Pemkab Sampang Perkuat Posyandu untuk Percepat Penurunan Stunting Tahun 2026

Kesehatan17 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting Kabupaten Sampang 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Sampang, Rabu (17/6/2026).

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, mengatakan bahwa posyandu kini memiliki fungsi yang semakin strategis seiring transformasi layanan kesehatan nasional melalui Integrasi Layanan Primer (ILP).

Menurutnya, posyandu tidak lagi hanya melayani bayi, balita, ibu hamil, dan ibu nifas, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lanjut usia.

“Posyandu harus menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan dan sosial di masyarakat. Karena itu, diperlukan dukungan penuh dari seluruh lintas sektor agar fungsi posyandu semakin aktif dan efektif,” ujarnya.

Baca Juga:  1.384 Jemaah Haji Pamekasan Dijadwalkan Pulang 20–21 Juni 2026, Ini Titik Pemulangannya

Ia menjelaskan, penguatan posyandu sejalan dengan berbagai regulasi, mulai dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Integrasi Layanan Primer, Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Posyandu, hingga Peraturan Bupati Sampang mengenai percepatan penurunan stunting dan pembentukan Tim Pembina Posyandu.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga mengukuhkan ketua tim pembina posyandu tingkat kecamatan. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta berbagai organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan terbentuknya Tim Pembina Posyandu yang kuat sampai tingkat kecamatan, kami berharap enam standar pelayanan minimal (SPM) yang menjadi tanggung jawab posyandu dapat berjalan optimal, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, pekerjaan umum, hingga perumahan rakyat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Ajak ASN dan Warga Kenakan Peci Hitam Selama Bulan Bung Karno

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sampang, Selviana Slamet Junaidi, menekankan pentingnya dukungan pemerintah desa dalam penyediaan sarana dan prasarana posyandu agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara maksimal.

Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif dan Gerakan Stunting 2026 diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas tim pembina posyandu kabupaten, TP PKK, camat, kepala puskesmas, bidan desa, kader posyandu, kepala desa, serta berbagai mitra lintas sektor.

Melalui gerakan tersebut, Pemkab Sampang menargetkan peningkatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus mempercepat penurunan angka stunting demi mewujudkan generasi Sampang yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(sub/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *