KABAR MADURA | Puluhan Desa di Sampang mulai Dilanda bencana kekeringan. Meski demikian, upaya dropping air bersih oleh Pemkab Sampang tidak kunjung dilaksanakan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang tercatat 95 desa yang tersebar di 14 kecamatan mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Rinciannya, 77 desa kategori kering kritis tersebar di 10 kecamatan. Enam desa kategori kering langka di 2 kecamatan, dan 12 desa kategori kering langka terbatas di 3 kecamatan.
“Sebanyak 77 desa kering kritis ini yang perlu diprioritaskan untuk mendapatkan dropping. Namun, saat ini anggaranya masih dalam proses pengajuan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Sampang Candra Ramadhani Amin saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2025).
Candra menjelaskan, kategori kekeringan itu ditentukan berdasarkan jarak masyarakat dalam memperoleh air bersih. Sementara yang terjauh, kategori kering kritis, karena warga harus berjalan lebih dari tiga kilometer untuk mendapatkan air.
Sedangkan untuk kategori kering langka, yakni antara 500 meter hingga tiga kilometer. Sementara kategori kering langka terbatas di bawah 500 meter dari rumah warga ke sumber mata air bersih.
“Kami telah mengajukan anggaran dropping air bersih kepada pemerintah daerah. Dari usulan Rp75 juta, namun DPRD mendorong agar tetap sama seperti tahun lalu, yakni Rp150 juta,” terangnya.
Ketersedian pagu anggaran Rp150 juta tersebut, diperkirakan bisa mendukung distribusi air hingga empat tangki per desa. Menurutnya, saat ini di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Tambelangan sudah masuk dalam kategori kritis dan menjadi prioritas penanganan.
“Meski saat ini masih ada hujan ringan di sejumlah wilayah, kami harap dropping air ini bisa segera dilakukan segera sebelum musim hujan tiba,” tukasnya. (sub/din)





