Disdikbud Pamekasan Tingkatkan Pengetahuan Baca Kitab melalui TOT

News74 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Demi meningkatkan minat belajar agama tingkat sekolah menengah pertama negeri (SMPN), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) Pembelajaran Kitab Kuning Metode Al-Fatih dengan sasaran guru agama. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Odaita, Kamis (23/11/2023).

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, TOT Metode Membaca Kitab Kuning melalui Metode Al-fatih merupakan bagian dari cara peningkatan pengetahuan siswa, dimana setiap guru dituntut untuk menguasai metode tersebut. Sehingga outputnya, para siswa bisa dengan mudah membaca dan bisa mengetahui tentang ilmu nahwu dan shorof sebagai alat membaca kitab kuning.

Baca Juga:  Pamekasan Jadi Tuan Rumah Hardiknas 2026, Bupati Siap Kembalikan Julukan Kota Pendidikan

“Pengetahuan agama  kuncinya adalah pengetahuan Bahasa Arab, itu kami tekankan kepada anak-anak, semangat inilah kami dorong terus agar mereka tidak hanya belajar di sekolah tetapi mereka juga belajar di luar sekolah,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Secara umum kegiatan tersebut sudah berjalan kurang lebih 3 tahun. Sehingga untuk tahun ketiga ditargetkan setiap siswa yang terampil dalam membaca kitab kuning. Serta lancar dan juga bisa mengartikan kalimat berbahasa arab. Terlebih para siswa juga terus didorong untuk bisa lebih intens belajar tentang nahwu dan shorof.

Kendatipun di luar jam pelajaran, hal itu sebagai salah satu bukti bahwa di sekolah negeri, urusan pengetahuan ilmu agama juga menjadi konsentrasi yang serius. Sosok yang baru mendapatkan penghargaan AJP Award sebagai tokoh penggerak pendidikan menegaskan, pengetahuan baca kitab kuning menjadi salah satu bagian dari upaya mendorong realisasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Baca Juga:  Ruang Kelas SDN Tanjung 1 Pegantenan Rusak Parah, Siswa Terpaksa Pindah saat Hujan dan Angin Kencang

“Secara khusus untuk menguatkan moral peserta didik, untuk kemudian bisa memiliki karakter yang utuh dalam berdedikasi kepada negara dan bangsa Indonesia. Mudah-mudahan, dengan menguasai ilmu agama, mereka bisa mendapatkan ilmu pembentukan karakter, jadi sumber utama pembentukan kepribadian adalah agama,” jelasnya.

 

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *