KABARMADURA.ID | Tidak semua orang bisa memiliki kemampuan melawak seperti Rudi Juniwantara, bocah asal Kampung Glagga, Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan. Dia baru beberapa pekan lalu menjadi juara komedi Bahasa Madura tingkat Jawa Timur. Padahal sebelumnya, dia tidak pernah mengikuti kejuaraan apapun, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Siswa kelas VIII di SMP 8 Pamekasan itu berhasil menyabet juara dua lomba komedi tunggal pada ajang Festival Bahasa Tunas Ibu di Balai Bahasa Jawa Timur. Awalnya, bocah yang akrab disapa Iwan itu disuruh oleh sang guru untuk mengikuti lomba komedi Bahasa Madura. Sebenarnya, Iwan tidak menyadari akan bakat humorisnya tersebut.
Bagi Iwan, tidak mudah menuju kejuaraan itu. Dia harus latihan setiap hari untuk menghasilkan performa yang bagus saat kompetisi. Bosan dan capek dia rasakan, namun anak kedua dari tiga bersaudara itu memilih bertahan. Sebab, menurut Iwan, dirinya harus bisa membanggakan nama sekolah dan keluarganya.
Selama latihan, Iwan harus menguasai beberapa trik agar pesan yang ingin disampaikan mudah diterima, seperti intonasi bicara, vokal, dan teknik lainnya. Semua itu, harus dikombinasikan dengan gaya humoris saat membawakan materi ketika kompetisi.
“Ngafalin teksnya susah, soalnya panjang. Belum lagi harus lengkap dengan gaya dan ekspresinya,” ungkap Iwan, Kamis (23/11/2023).
Iwan kecil yang bercita-cita menjadi dokter hewan itu menyebut, banyak hal yang di dapatkan selama berkompetisi di Balai Bahasa. Mulai dari memiliki teman baru dari berbagai daerah, pengalaman pertama ikut kejuaraan, dan lainnya. Saat namanya disebut sebagai juara dua, anak berumur 13 tahun itu mengaku senang sekaligus sedih karena tidak bisa melaju ke tingkat nasional. Namun, apabila ada kesempatan lagi untuk mengikuti kejuaraan dia siap mengikutinya kembali.
“Selain ada teman baru, dapat uang juga buat ditabung untuk masuk SMA,” tukasnya.
Redaktur: Sule Sulaiman





