KABAR MADURA | Produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal di Pamekasan susah menembus pasar modern. Sejauh ini, hanya ada lima produk yang berhasil masuk pasar modern. Sementara produk yang diajukan sebanyak 50 produk.
Kepala Bidang (Kabid) Produktivitas Kerja Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati mengatakan, indikator yang susah terpenuhi adalah pengemasan yang kurang memenuhi standar. Sementara untuk indikator lain, seperti penilaian rasa dan perizinan rata-rata terpenuhi.
“Mereka punya kriteria tersendiri, salah satunya seperti dalam kemasan tidak boleh ada minyak yang menempel. Kemasannya harus berbahan apa, itu jelas semuanya,” ungkap Ika kepada Kabar Madura, Selasa (16/1/2024).
Dia menyebut, produk yang berhasil masuk pasar modern itu di antaranya berupa camilan ringan, seperti keripik pisang, keripik jagung, abon cakalan, dan abon ayam.
“Tidak ada anggaran khusus untuk tahun ini. Tapi tetap lakukan pembinaan secara kontinyu,” paparnya.
Sementara itu, Nur Asiyah, salah satu pelaku usaha yang produknya berhasil menembus pasar modern, mengatakan, dibutuhkan waktu dua bulan untuk memenuhi semua kriteria dari market yang bersangkutan.
Secara pendapatan, Asiyah mengaku, cukup mengalami peningkatan dari sebelumnya. Dia bersyukur produknya kini bisa bersaing secara nasional.
“Kemasannya harus bagus dan menyesuaikan dengan spek yang telah ditentukan. Sementara kami masih menengah ke bawah, jadi tidak begitu banyak juga pendapatannya. Tapi cukup ada peningkatan,” jelasnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





