KABAR MADURA | Overload yang dialami Pasar Pragaan masih tetap dibiarkan. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM PP) Sumenep dengan dalih pedagang yang susah diatur.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskop UKM dan PP Sumenep Idham Halil menyampaikan, persoalan overload sampai sepanjang bibir jalan itu lantaran sulit menertibkan para pedagang.
“Ya khususnya pedagang kambing itu, memang sulit diatur, tetap tidak mau disuruh pindah ke bagian belakang, soalnya masih luas itu,” kata dia.
Menurutnya, meski ditegur petugas pasar, para pedagang tidak peduli, sehingga selain mengganggu aktivitas lalu lintas juga berdampak pada kurang kondusifnya kegiatan belajar SDN Pragaan Laok I yang berada di sekitar pasar yang buka setiap hari Rabu itu.
Selain sering menjadi keluhan masyarakat, pasar tersebut menjadi sebab kemacetan. Namun hal itu masih wajar, karena hanya terjadi satu kali di setiap pekan. Sehingga rencana pelebaran pasar tersebut dengan pembebasan lahan dibiarkan terlebih dahulu.
“Kami bakal terus mencoba menjelaskan kepada pedagang, barangkali nanti akhirnya bisa dikondisikan,” imbuhnya.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menyampaikan, persoalan overload dan berdampak pada kemacetan memang diharuskan untuk diprioritaskan.
“Apalagi sampai mengganggu aktivitas sekolah di sebelah timur pasar itu, semestinya itu disiasati solusinya oleh dinas terkait. Apalagi itu sudah lama dan sempat ramai di publik,” paparnya.
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, pasar tersebut juga menjadi pasar hewan. Bahkan sampai ada transaksi di lingkungan sekolah.
“Mestinya kalau sudah ada tempat di belakang, maka harus dibujuk pedagang itu, jangan sampai kalah,” pungkasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





