KABAR MADURA | Puluhan desa diajukan untuk mendapatkan hibah buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Pustakawan perpustakaan Pamekasan Qusyairi mengatakan, terdapat 53 desa yang diajukan untuk mendapatkan hibah tersebut. Namun, yang berkomitmen siap atas tindak lanjut dari buku hibah itu hanya 39 desa. Sementara 14 desa lainnya dipastikan gagal mendapatkan buku tersebut.
Qusyairi menyebut, penyaluran buku gratis itu harus didasari dengan komitmen masing-masing desa. Pasalnya, tujuan dari pendistribusian buku gratis itu untuk meningkatkatkan penguatan literasi. Sehingga dalam realisasinya dibutuhkan peran pemerintah desa yang memiliki program literasi desa.
“Target dari pusat itu 10 ribu desa di seluruh Indonesia. Jadi, kami ajukan 53 desa yang potensial di tahap awal, tapi yang merespon hanya 39 desa. Jadi 39 desa itu, nanti yang dapat,” papar Qusyairi, Minggu (24/3/2024).
Dia memaparkan, pendistribusian buku itu akan direalisasikan sekitar Mei hingga Desember mendatang. Dikatakan, 39 desa itu kini hanya tinggal menunggu proses pendistribusian buku, sebab persyaratan administrasi sudah diajukan. Nantinya, masing-masing desa akan mendapatkan seribu eksemplar buku.
Selain desa, distribusi hibah buku itu juga diperuntukkan kepada komunitas taman baca masyarakat (TBM). Jumlah buku yang akan didapat juga seribu eksemplar. Sayangnya, Qusyairi tidak bisa menyebut secara detail terkait jumlah TBM di Pamekasan yang menerima hibah buku itu.
“Kalau yang komunitas saya lupa berapa jumlahnya, tapi untuk eksemplar jumlahnya sama, seribu untuk setiap desa dan komunitas,” jelasnya.
Untuk diketahui, beberapa desa yang mendapatkan hibah buku itu di antaranya adalah Kelurahan Kangenan, Patemon, Parteker, Desa Pademawu Timur, Bunder, Kapong, Dempo Timur, Bulangan Haji, dan Palalang.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





