DKPP Pamekasan Sebut Target Pelatihan Pembuatan Pupuk Terbatas

News67 views

KABAR MADURA | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, hanya mampu menargetkan 13 pelatihan pembuatan pupuk organik selama tahun 2024.

Kepala DKPP Pamekasan, Nolo Garjito menyampaikan, program pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk organik, sebagai upaya pemerintah dalam meminimalisir kelangkaan pupuk kimia. 

Selain itu, pembuatan pupuk organik merupakan langkah pemerintah dalam memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan kotoran hewan yang hingga saat ini masih terabaikan.

Dirinya mengungkapkan, target 13 kelompok (poktan) yang akan dijadikan tempat pelaksanaan pembuatan pupuk tersebut, diakuinya kurang sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat. 

Namun, karena ketersediaan anggaran yang tidak memadai, maka pelaksanaan pembuatan pupuk organik hanya bisa dilakukan satu kali di masing-masing kecamatan, dengan melibatkan satu kelompok dari jumlah keseluruhan desa yang ada. 

Baca Juga:  Petani Pertanyakan Tambahan Biaya Pupuk Bersubsidi di Luar HET

“Kalau jumlah kebutuhan banyak, namun karena anggaran masih minim maka hanya bisa target 13 saja,” ungkapnya, Kamis (4/4/2024).

Dijelaskannya, penentuan kelompok tani yang diberikan program pelatihan pembuatan pupuk organik, merupakan hasil seleksi oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

Dari hasil seleksi tersebut, akhirnya menjadi dasar DKPP Pamekasan dalam menjalankan program pelatihan yang dirancang. 

Salah satu dasar yang menjadi penilaian BPP adalah ketersediaan kotoran hewan yang memadai, seperti kotoran sapi, ayam, kambing maupun kotoran hewan lainnya. 

“Yang menentukan kelompok mana yang akan dilatih, adalah rekomendasi dari BPP di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Kendati kotoran  hewan sudah ada, lanjut Nulo, ada bahan tambahan yang perlu dilengkapi seperti sekam, bahan penghilang bau kotoran, terpal, serta alat termometer sebagai pengukur kualitas pembuatan pupuk organik yang dikelola. 

Baca Juga:  Anggaran Seret, Petani Tembakau Pamekasan Tanpa Bantuan Bibit dari APBD 2026

Bahan tambahan yang dibutuhkan, biaya pembeliannya ditanggung oleh pemerintah disesuaikan dengan berapa anggaran yang dihabiskan.

“Bahan tahan itu kami tanggung, namun besarannya belum tentu sama,” lanjutnya.

Nulo menambahkan, dari pembuatan pupuk tersebut, diyakini ada banyak manfaat yang akan diterima masyarakat, diantaranya dapat mencegah pengeluaran biaya pertanian untuk pupuk organik yang cukup besar, aman untuk tanah, serta dapat dijadikan sebagai bahan bisnis jual beli pupuk di Pamekasan.

“Semoga dengan adanya pelatihan yang dilaksanakan, dapat difahamai banyak orang, apalagi pupuk oraganik juga dapat diperjualbelikan,” tandasnya.

Pewarta: Moh. Farid

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *