Event di Sentra PKL Food Colony Dinilai Tidak Berdampak, Kios Masih Banyak yang Kosong

News470 views

KABAR MADURA | Keberadaan Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Sae Salera di Jalan Kesehatan atau Food Colony masih tidak begitu diminati oleh pedagang. Terbukti kios-kios tidak terisi sepenuhnya. 

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan telah mengadakan event insidentil yang ditempatkan di sentra itu guna menarik minat pengunjung. Namun, sejak diresmikan 2022 lalu hingga kini, tempat itu masih sepi dari aktivitas jual beli layaknya pusat perbelanjaan. 

Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Cabang Pamekasan Nur Faisal mengatakan, dilaksanakannya event-event insidentil seperti bazar UMKM itu tidak berdampak cukup signifikan terhadap keoptimalan pemanfaatan sentra yang dibangun sejak pemerintahan Bupati Baddrut Tamam tersebut. Sebab, pedagang yang mengikuti event itu bersifat sementara dan bukan pedagang yang memang seharusnya menempati kios yang terdata. 

“Upaya untuk mengisi kios-kios yang kosong harus diperhatikan, bukan sekadar meramaikan tempat di sana. Sementara event bazar itu pedagangnya dari luar, bukan pedagang yang memang seharusnya menempati di sana. Jadi tetap saja kiosnya kosong,” jelasnya kepada Kabar Madura, Senin (22/4/2024). 

Dia menegaskan, tidak ditempatinya kios di sentra itu lantaran desain bangunannya tidak sesuai dengan kebutuhan PKL. Sehingga, menurutnya, diperlukan kajian ulang mengenai keberlanjutan pemanfaatan sentra tersebut. Bahkan, jika dibutuhkan, perlu adanya renovasi atau desain ulang, tentu dengan kajian yang lebih matang. Tetapi, baginya, hal utama yang menjadi catatan untuk pemkab setempat adalah upaya untuk merelokasi PKL tersebut harus tampak. 

JJS Kabar Madura

“Jangan-jangan kegiatan insidentil di sentra PKL itu hanya untuk menutupi kelemahan pemerintah dalam merelokasi PKL,” tegasnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Ismail A. Rahim mengutarakan, dibutuhkan komunikasi yang intens antara organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan PKL yang akan direlokasi. 

Dia menilai memang tidak cukup jika hanya mengandalkan kegiatan-kegiatan insidentil untuk menarik minat pedagang atau pembeli. Sehingga, diperlukan pendataan yang valid dan pendekatan-pendekatan yang lebih masif lagi dalam merelokasi PKL ke tempat yang sudah disediakan. 

“Memang perlu rangsangan untuk meramaikan tempat tersebut. Tapi, event-event yang dilakukannya pun harus optimal,” papar politisi Partai Gerindra tersebut. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *