Kondisi Wisata Memprihatinkan, Asprim Pertanyakan Peran Kacong Cebbhing; Apa yang Mau Dipromosikan?

News85 views

KABAR MADURA | Seleksi Duta Wisata Kacong Cebbhing (Kaceb) 2024 sedang berlangsung. Saat ini sudah ada 15 kacong dan 15 cebbhing yang siap menuju grand final. Namun, seleksi duta wisata ini mendapatkan sorotan dari Asosiasi Pariwisata Madura (Asprim).

Koordinator Asprim Wilayah Pamekasan Moh. Arifin Hanifi mengatakan, penyeleksian itu memang terbilang penting untuk mewadahi potensi kaula muda. Namun, keberadaannya dalam memajukan destinasi wisata di kota berjuluk Gerbang Salam perlu dipertanyakan, terlebih kondisi wisata cukup memprihatinkan.

Menurut pria yang akrab disapa Ipin itu, wisata yang mau dipromosikan terlebih dulu harus benar-benar optimal kelayakannya, mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras), keindahan panorama destinasi, dan lain sebagainya.

“Ibarat kata, barang yang dipromosikan harus ada dulu. Kalau tidak ada barangnya, apa yang mau dipromosikan dan bagaimana cara mempromosikannya,” terangnya kepada Kabar Madura, Senin (13/5/2024).

Dikatakan, apabila keberadaan destinasi wisata sudah terbilang layak, maka promosi terhadap destinasi itu nantinya akan mudah, baik promosi melalui duta wisata Kacong Cebbhing ataupun melalui hal lainnya. Sehingga, keberadaan Kacong Cebbhing nantinya benar-benar bisa berdampak terhadap kemajuan wisata di Pamekasan.

JJS Kabar Madura

“Kenapa enggak fokus ke pemeliharaan atau perbaikan destinasi dulu. Secara umum, seleksi Kaceb memang penting, tapi hanya sebatas sebagai wadah potensi anak muda saja, tapi kalau dampak terhadap kemajuan wisata, rasa-rasanya masih kurang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahri mengatakan, untuk pemeliharaan sarpras, pengajuannya masih baru bisa dilakukan pada semester kedua. Sehingga, sejauh ini masih belum bisa dilakukan pembenahan atau semacamnya. Sementara untuk seleksi duta wisata tersebut, nantinya diharapkan bisa mempromosikan potensi wisata yang ada di Pamekasan lebih jauh lagi.

Diketahui, dari 153 pendaftar, kini ada 30 peserta yang lolos audisi dan bersiap menuju grand final. Kata Zahri, selama proses penyeleksian, seluruh peserta mendapatkan pembekalan, mulai dari public speaking, kepariwisataan, dan lainnya.

“Anggaran untuk seleksi ini Rp200 juta. Nanti mereka akan dilakukan pembinaan atau pembekalan. Kaceb yang terpilih nanti juga akan dipersiapkan menuju Raka-Raki Jawa Timur,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengutarakab, keberadaan Kacong Cebbhing memang cukup penting dalam kemajuan destinasi wisata. Sehingga, agenda itu perlu dipersiapkan secara matang. Namun, keberadaan destinasi wisata juga tidak boleh luput dari prioritas.

“Duta wisata ini salah satu cara untuk memajukan wisata, jadi dalam realisasinya harus ada catatan-catatan dan evaluasi,” paparnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *