KABAR MADURA | Kesejahteraan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas di negeri ini, utamanya di kawasan pelosok. Pasalnya, hingga kini, tidak semua bisa mengenyam pendidikan dengan mudah, baik karena terbentur faktor ekonomi keluarga ataupun minimnya keinginan diri sendiri. Hal itulah yang memerlukan dorongan atau edukasi, seperti yang dilakukan oleh komunitas Relawan Peduli Pendidikan Pamekasan. Komunitas nonprofit itu sigap memfasilitasi anak yang putus sekolah karena tidak mampu.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Gerakan itu dinamai sebagai emansipasi masyarakat. Sebab, dalam tujuannya untuk mensejahterakan dan menyamaratakan kondisi sosial yang layak bagi masyarakat. Meski menjadi komunitas nonprofit, tidak sedikit program kemanusiaan yang sudah dilakukan, utamanya dalam pendidikan.
Hingga saat ini, sudah tidak terhitung berapa banyak anak yang sudah difasilitasi agar bisa bersekolah oleh komunitas yang diketuai oleh Irwin Maulana itu. Bahkan, mereka memfasilitasi hingga ke jenjang sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
“Kalau ada temuan atau laporan mengenai anak yang terganggu dalam pendidikannya, kami bantu fasilitasi melalui dinas terkait, donatur, dan beberapa pihak juga. Tapi kadang, anaknya yang gak mau untuk sekolah karena memilih bekerja, kalau kayak gitu, kami berikan bantuan saja,” ungkap Irwin, Minggu (26/5/2024).
Meski tidak memiliki pendanaan yang menentu, hal itu bukan menjadi kendala. Sebab, Irwin mengaku, pihaknya memiliki donatur tetap. Selain itu, juga menguatkan relasi dengan stakeholder terkait, seperti pihak kecamatan, pemkab, ataupun tokoh masyarakat sekitar. Menurutnya, dewasa ini, secara umum pendidikan bisa dirasa oleh kalangan mana pun, sebab terbilang gratis. Namun, kendati demikian, tidak sedikit masyarakat yang enggan tidak melanjutkan sekolah karena terbentur faktor ekonomi secara keseluruhan. Sehingga, diperlukan sosialisasi atau edukasi mengenai hal itu.
“Sebenarnya sekarang ini sekolah kebanyakan sudah gratis. Tapi, karena faktor ekonomi, mereka berpikir dua kali untuk sekolah, karena untuk biaya lain-lainnya. Nah, itu yang kami coba bantu juga,” terangnya.
Meski fokus di pendidikan, pihaknya tidak menutup diri akan aksi kemanusiaan lainnya, seperti bantuan sosial.
“Terbaru, kemarin kami membantu menjembatani pasutri yang rumahnya tak layak huni. Alhamdulillah, dapat respon dari Kemensos langsung untuk segera membangun rumah yang baru untuk mereka,” tambahnya.
Redaktur: Sule Sulaiman





