KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep memiliki binaan kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (poklahsar). Untuk pengolah hasil perikanan sebanyak 306 orang dan pemasaran hasil perikanan 556 orang.
Kepala Dinas Perikanan Diskan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Heru Faizal mengatakan, beberapa produk olahan berbahan dasar ikan saat ini sudah banyak, di antaranya, abon ikan cakalang, teriyami ikan teri, kerupuk ikan serta produk olahan lainnya.
“Sebagian binaan kami sudah dipasarkan, tetapi perlu dioptimalkan,” katanya, Senin (3/6/2024).
Dikatakan, produk itu sudah diperkenalkan di beberapa event, termasuk pada saat sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan kegiatan lainnya. Jika pemasaran dan pengolahan hasil ikan sudah banyak. Tetapi, saat ini perlu sosialisasi lagi.
“Produk yang telah ada, diperkenalkan kepada masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berbahan dasar ikan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan olahan bisa berupa olahan basah seperti pengolahan presto, aneka pindang, pengasapan, aneka ikan beku sedangkan olahan kering bisa berupa kerupuk, keripik, krispy, ikan asin kering dan lainnya.
Selain olahan, poklahsar bisa melakukan usaha pemasaran produk perikanan, baik pada produk bahan jadi, setengah jadi, atau produk segar.
“Kami di sini perlu sosialisasi lagi, agar produk itu terkenal dibeli masyarakat hingga luar Madura bahkan nasional,” tuturnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengutarakan, meskipun produknya banyak, tetapi tidak banyak pembeli itu percuma, sehingga organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, sangat perlu melakukan promosi hingga luar daerah.
“Jika dipasarkan di wilayah Sumenep saja maka tentu tidak akan optimal, solusinya OPD teknis ke depannya perlu memaksimalkan produk yang ada untuk dipasarkan keluar daerah, termasuk penjualan secara online juga mulai digarap,” ucap politisi PPP ini.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





