KABAR MADURA | Memasuki musim kemarau, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghemat air untuk mengantisipasi terjadinya bencana kekeringan.
Kepala BMKG Sumenep Usman Khalid mengatakan, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus-September 2024. Sebab itu, pihaknya mengimbau sedini mungkin kepada masyarakat agar mengantisipasi ketersediaan air bersih, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
“Selain itu, juga menjaga keselamatan, tidak membakar sembarang pohon yang berpotensi kebakaran,” ujarnya, Selasa (25/6/2024).
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Laili Maulidy mengungkapkan, mengenai pemetaan daerah kekeringan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, yakni ada tiga kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan.
Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Pasongsongan di Desa Prancak, Kecamatan Talango di Desa Kombang dan Poteran, serta Kecamatan Batuputih yang hampir semua wilayahnya rawan kekeringan.
“Saat ini dalam proses pendataan, tetapi tidak akan melenceng dari tiga kecamatan itu,” jelasnya.
Laili menambahkan, potensi kekeringan itu akan diketahui setelah pihaknya memetakan daerah rawan kekeringan di semua kecamatan, baik di daratan maupun kepulauan. Namun, itu nantinya itu bisa berpotensi bertambah sesuai laporan masyarakat.
“Untuk tiga daerah rawan kekeringan harus lebih hemat dari sekarang, supaya tidak kebingungan saat (puncak) kemarau,” tambahnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, dalam pemetaan daerah kekeringan di Sumenep perlu adanya tim khusus, biar lebih cepat dalam mengatasi rawan kekeringan tersebut.
“Organisasi perangkat daerah (OPD) bukan hanya memetakan, tetapi anggaran perlu juga disediakan,” tuturnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Sule Sulaiman





