Program Makan Gratis Lansia di Pamekasan Dikeluhkan Penerima, Makanan Kerap Tidak Layak Dikonsumsi

News150 views

KABAR MADURA | Realisasi program makan gratis dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyasar lansia dikeluhkan penerima, lantaran makanan yang diberikan dinilai tidak layak konsumsi.

Salah satu penerima asal Dusun Polai Atas, Desa Kertagena Dajah, Kecamatan Kadur, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan, program makan gratis itu berupa dua porsi makanan yang diantar sekaligus di pagi hari.

“Kalau dimakan di pagi hari nasinya masih enak. Tapi, kalau yang dimakan di sore hari, kadang nasinya sudah basi,” jelasnya saat diwawancarai Kabar Madura, Selasa (2/7/2024).

Karena sering kali sudah tidak layak konsumsi, dia menambahkan, makanan yang untuk dimakan siang atau sore hari itu kerap kali diberikan ke hewan ternak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santiso menyampaikan, makan gratis yang menyasar lansia itu terdiri dari dua program. Pertama, Simpati Lansia, yang anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sementara yang kedua, program makan gratis yang anggarannya berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI dengan nama program Permakanan Lansia.

Baca Juga:  Mekanisme Berbeda, SRMP Pamekasan Jaring Siswa Lewat Asesmen dan Penjangkauan

Menurut Herman, di setiap kecamatan sudah ada pendamping masing-masing yang bertugas memantau pendistribusian makanan gratis tersebut. Bahkan, secara parsial, pihaknya secara berkala melakukan pemantauan juga.

“Pada umumnya program makan gratis ini berjalan seperti yang kami harapkan. Namun, evaluasi menjadi sesuatu bagian yang penting, agar program ini makin terjaga mutunya. Sehingga manfaat yang kami inginkan sesuai dengan regulasi yang kami jalankan,” jelas Herman, Selasa (2/7/2024).

Dia menyebutkan, jumlah penerima program Simpati Lansia pada 2023 sebanyak 421 orang. Dari sejumlah tersebut sudah ada 15 penerima yang dikeluarkan, disebabkan meninggal dan sebagian mengundurkan diri sebagai penerima program tersebut. Sedangkan untuk program Permakanan Lansia pada 2024 terdapat 903 penerima.

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Verifikasi 150 Usulan PPSE 2026, Dorong KPM Menuju Graduasi Mandiri

“Jadi untuk penerima berbeda, penerima yang APBD tidak mungkin menerima yang program makan gratis dari APBN,” tegasnya.

Salah satu kualifikasi penerimanya, khusus program Simpati Lansia tidak harus tercantum di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), berbeda dengan  untuk program Permakanan Lansia Kemensos RI harus masuk DTKS dan tidak menjadi penerima bantuan sembako Kemensos dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara, kata Herman, untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan ke lansia, pihaknya telah bekerja sama dengan ahli gizi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan.

“Kalau yang program yang anggarannya dari APBN satu kali antar untuk makan dua kali. Kalau yang program dari APBD, diantar dua kali untuk makan dua kali,” terangnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *