KABAR MADURA | Perjalanan Zainal Abidin sebagai Laskar Rempah menyisakan kesan yang tidak terlupakan. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang dia dapatkan selama 18 hari mengikuti perjalanan rempah, mulai dari konektivitas antarwilayah mengenai perkembangan rempah hingga berkembangnya kebudayaan di Indonesia. Semua diperoleh secara gratis melalui perjalanan rempah.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Pria kelahiran 1995 itu berhasil terpilih sebagai Laskar Rempah 2024 setelah melawati seleksi yang cukup ketat. Terdapat empat titik yang dikelilingi dalam perjalanan rempah tersebut, salah satunya di Titik Nol Indonesia, yakni Sabang, Aceh. Zainal menemukan keanekaragaman nusantara dari berbagai sisi, seperti nilai budaya dalam corak bangunan hingga cita rasa rempah dari berbagai daerah.
“Perjalanan ini, full gratis. Total ada 25 laskar rempah, tentu itu juga menjadi pengalaman yang berharga. Karena bisa bertemu dengan teman baru dari berbagai nusantara,” ungkapnya, Kamis (11/7/2024).
Relawan pendidikan Compok Literasi itu mengaku, mengenai segala hal yang sudah dia dapatkan selama perjalanan jalur rempah, akan diedukasikan ke sekolah-sekolah, komunitas, dan masyarakat umum, utamanya mengenai rempah-rempah Madura. Sebab selama ini, menurut Zainal, di Pulau Garam terbilang minim edukasi mengenai rempah. Padahal, rempah memiliki keragaman manfaat dan bahkan memiliki nilai ekonomi.
“Ketika kita berbicara soal rempah, nantinya tidak lagi dianggap kuno. Itu target saya,” tambah pria dengan tinggi 165 cm tersebut.
Dia juga bercerita, selain ke Sabang, juga ke Kota Dumai, Provinsi Riau, Tanjung Uban, dan Melaka, Malaysia. Zainal menyebut, di setiap lokasi yang dikunjungi memiliki kesan tersendiri. Masing-masing tempat punya cerita yang tidak terlupakan, baik itu soal rempah ataupun budaya.
“Ini menjadi pengalaman tak terlupakan, banyak bekal materi yang saya dapat. Rempah-rempah di setiap daerah memiliki keunikan tersendiri,” ungkap pria asal Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan itu.
Redaktur: Sule Sulaiman





