KABAR MADURA | Selain dari dana alokasi khusus (DAK), Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep juga mengelola dana alokasi umum (DAU). Keduanya hingga saat ini masih belum diwujudkan realisasinya, yakni berupa 8 paket konstruksi.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, tahun ini DAU pendidikan disediakan sebesar Rp9.001.720.000. Dana tersebut dialokasikan untuk 8 paket pekerjaan sarana prasarana penunjang pendidikan di 8 sekolah menengah pertama (SMP).
Selain digunakan untuk pembangunan dan perbaikan, DAU juga dialokasikan utnuk fasilitas sekolah di satuan pendidikan SMP negeri di Sumenep. Fasilitas yang akan diperbaiki meliputi rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, perpustakaan, laboratorium IPA, toilet, dan musala.
“Tahapan sekarang sudah dalam proses tender di laman pengadaan barang dan jasa secara elektornik (LPSE),” imbuhnya.
SMP yang mendapat alokasi anggaran tersebut meliputi SMPN 1 Pasongsongan, SMPN 1 Ambunten, SMPN 1 Ganding, SMPN 1 Gayam, SMPN 1 Rubaru, SMPN 2 Kalianget, SMPN 2 Pasongsongan, dan SMPN 1 Bluto.
Sedangkan menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samioddin, selain kurang terbuka terhadap realisasi dana pusat, realisasi DAU juga dinilai lambat. Dia akan mengevaluasi hal itu, alasannya karena anggaran tersebut terkesan tidak jelas dampaknya kepada lembaga pendidikan.
“Realisasi lambat itu sudah penyakit lama, padahal itu berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Sumenep ini,” kata dia.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





