Kecemasan Berlebih Anggota DPRD Pamekasan Ancam Tatanan Sistem Pemerintahan

News140 views

KABAR MADURA | Kecemasan berlebih yang dialami Anggota DPRD Pamekasan cukup berbahaya. Sebab, dapat mengancam tatanan sistem pemerintahan daerah.

Demikian penegasan Akademisi Hukum Tata Negara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Achmad Faidi, Selasa (16/7/2024).

Menurut Faidi, seyogyanya rasa cemas memang dimiliki oleh setiap individu, terlebih bagi peserta pileg atau pemilu.

Berdasarkan hasil tes kejiwaan di RSUD Smart Pamekasan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih pada pemilihan legislatif (pileg) 2024, sebagian besar ada yang memiliki kecemasan berlebih dan timbul pikiran yang aneh.

Namun, kata Faidi, kecemasan yang berlebih itu harus bisa dinetralisir oleh anggota dewan. Sebab jika tidak, akan cukup berpengaruh terhadap sistem tata pemerintahan daerah. Bahkan, dikhawatirkan bisa berdampak pada ketidakmaksimalan penyerapan aspirasi masyarakat.

Baca Juga:  DLH Pamekasan Ungkap Tidak Ada yang Setor Hasil Uji Lab Kelayakan IPAL Dapur MBG

“Kalau dari persepektif HTN, ketika sudah menjadi anggota dewan terpilih, maka segala kecemasan yang disebabkan oleh serangkaian pemilihan, tidak boleh terjadi. Khawatir bisa menghambat penyerapan aspirasi. Ketika sudah ditetapkan sebagai anggota dewan definitif, harus siap menjalankan tugasnya dengan maksimal,” tegasnya.

Menurutnya, syarat-syarat sehat jasmani rohani sesuai dengan undang-undang pemilu harus terpenuhi secara maksimal. Sebab, sebagai wakil rakyat, anggota dewan memiliki pengaruh yang cukup sentral dalam kemajuan pembangunan daerah.

“Jangan sampai ada anggota dewan yang terpilih memiliki gangguan kesehatan mental. Itu bisa berpengaruh pada kinerja dewan. Jadi, parameternya harus jelas,” tutupnya.

Baca Juga:  Layanan IGD Ponek RSUD Smart Pamekasan Tetap Optimal di Bulan Ramadan

Sementara itu, spesialis Kedokteran Jiwa RSUD Smart Pamekasan dr. Indriana Lestari Ningtias mengatakan, hasil dari tes kejiwaan anggota dewan terpilih terbilang aman. Artinya, tidak ada yang terdeteksi memilki kesehatan mental akut. Kendati ada sebagian yang memiliki rasa cemas berlebih. Namun, hal tersebut masih terbilang wajar.

“Terdapat 567 soal yang harus diisi ketika melakukan tes. Kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara. Untuk hasil indeks kepribadian dasar dan indeks kapasitas mental nilainya memang di bawah rata-rata, yakni 6,5 poin. Tapi bukan berarti mereka gila atau depresi berat. Sejauh ini tidak ada yang sampai tahap spikotik, jadi aman,” tukasnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *