KABAR MADURA | Guna mencegah dan menurunkan angka kasus stunting di tingkat desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, menggelar musyawarah desa (musdes) tentang rembuk stunting bersama pihak-pihak terkait di kantor desa setempat (27/5/2024).
Pihak yang dilibatkan dalam kegiatan rembuk stunting tersebut, diantaranya, pemdes, BPD, tenaga kesehatn, kader posyandu, babinsa dan bhabinkamtibmas. Kegiatan itu dianggarkan dari Dana Desa (DD) Tambak pada tahun anggaran berjalan 2024.
Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Tambak Kecamatan Omben Sampang Didik Adi Pribadi Ap.MM menuturkan, kegiatan musdes tentang rembuk stunting itu sengaja digelar sebagai salah satu bentuk komitmen pemdes dalam melakukan upaya pencegahan dan menurunkan kasus stunting dengan melibatkan langsung pihak terkait.
Dalam rembug stunting yang melibatkan para pemangku kepentingan lokal itu, termasuk tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, orang tua, dan elemen penting lainnya itu, diharapkan ada solusi konkret dapat dirumuskan guna mengatasi permasalahan stunting yang masih menjadi ancaman serius bagi pertumbuhan anak-anak di desa.
“Diadakannya rembuk stunting adalah untuk mencegah dan menurunkan angka stunting di desa, khusus Desa Tambak ini,” tuturnya kepada Kabar Madura, Senin (22/7/2024).
Lanjut Didik, langkah Pemdes Tambak dengan menggelar rembuk stunting itu agar dapat terus memberi inspirasi dan perubahan nyata dalam upaya-upaya pencegahan stunting di tengah-tengah masyarakat desa.
“Pada prinsipnya, harapan kita untuk mengurangi angka stunting di desa dengan memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan MPASI yang bergizi,” tegasnya.
Pewarta: M. Subhan
Redaktur: Wawan A. Husna





