KABAR MADURA | Berhasil sabet juara harapan satu dalam seleksi Pemuda Pelopor tingkat Jawa Timur, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aminullah, putra daerah asal Palengaan Laok. Melalui inovasi Rumah Pintar, dia memiliki visi misi tersendiri untuk kemajuan pendidikan di desanya, tidak hanya sebagai pemenuhan untuk mengikuti seleksi Pemuda Pelopor saja.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Pria kelahiran Palengaan Laok itu mulai mendirikan Rumah Pintar sejak tahun 2020. Inovasinya tersebut sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan masyarakat sekitar. Kemudian menyediakan pendidikan gratis untuk anak usia dini, anak-anak, pemuda, dan bahkan para orang tua.
Kepeloporan Aminullah dalam menyediakan pendidikan gratis, membuatnya berhasil menjadi juara satu pada seleksi Pemuda Pelopor tingkat kabupaten di bidang pendidikan. Kemudian, dia dipercaya untuk mewakili Pamekasan di tingkat provinsi, dan berhasil menjadi juara harapan satu.
Meski tidak mendapat juara utama, Aminullah bersyukur berada di posisinya sekarang, karena di tahun sebelumnya, dia mengikuti seleksi Pemuda Pelopor tingkat provinsi juga, namun tidak lolos.
“Ini kali kedua saya ikut. Alasan kembali mencoba, karena kami di Rumah Pintar terus berbenah, baik secara administrasi ataupun metode. Selain itu karena kami ingin semakin dikenal,” ungkapnya kepada Kabar Madura, (25/7/2024).
Dalam mengembangkan gerakannya di Rumah Pintar, dosen STIT Al Ibrohimy Bangkalan itu tidak memungkiri bahwa ketersediaan uang menjadi tantangan tersendiri. Sebab, gerakannya tersebut murni gratis. Jadi kuncinya, lanjut Aminullah, adalah istiqamah untuk terus konsisten dalam memberikan pendidikan secara merata di desanya, meski tanpa digaji.
Pria kelahiran 12 Maret 1996 itu berharap, banyak pemuda yang terinspirasi atas capaian dan gerakan yang dilakukannya di Rumah Pintar. Ke depan, dia akan memperbanyak kolaborasi dengan organisasi dan instansi untuk memaksimalkan gerakannya tersebut.
“Target kami dalam waktu dekat, kami punya gedung belajar dan memperbanyak kolaborasi dengan organisasi dan instansi,” tutupnya.
Redaktur: Wawan A. Husna





