KABAR MADURA | Meski sudah selesai teken kontrak, pekerjaan konstruksi untuk sekolah dasar (SD) di Sumenep, mayoritas pencapaiannya masih 0 persen. Pekerjaan tersebut dianggarkan dari dana alokasi khusus (DAK) untuk Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Shochibi menyampaikan, batas pekerjaan akhir masih sampai Desember mendatang.
“Beberapa rekanan sudah kami tegur, sebab masih belum ada yang mulai pekerjaan, ada beberapa tapi tidak sampai 10 persen,” kata dia
Dia menyebutkan, ada 30 paket pekerjaan khusus untuk pekerjaan SD. Sebagian yang menjadi kendala pekerjaan adanya perubahan petak lokasi di sekolah tersebut. Sehingga itu harus dikaji lagi.
Ardiansyah Ali Shochibi juga menjelaskan, pekerjaan DAK fisik, meski capaian masih rendah dipastikan bakal tuntas sesuai dengan waktu yang ditentukan.
“Kalau lambat atau labrak batasan waktu, maka rekanan yang harus bertanggung jawab,” paparnya.
Dia menuturkan, program perbaikan dan pembangunan sekolah tersebut tahun ini cukup banyak. Di antaranya untuk anggaran rehab dan pembangunan gedung SD sekitar Rp46 miliar.
“Kami juga meminta masyarakat untuk melaporkan, jika ada indikasi silakan laporkan ke kami,” pungkasnya.
Anggota Komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samioeddin menyampaikan, tahun ini pekerjaan itu harus benar-benar sesuai dengan ketentuan.
“Tidak boleh terjadi lagi ramai seperti tahun-tahun sebelumnya, apalagi itu dana pusat yang kami tidak bisa lakukan pengawasan,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





