Kejutan! NasDem Rekom Fauzi, Mas Kiai Fikri Gagal Bertarung di Pilkada Sumenep?

Headline, Pilkada2,548 views

KABAR MADURA | NasDem menghadirkan kejutan. Partai binaan Surya Paloh ini menjatuhkan rekom ke petahana Achmad Fauzi Wongsojudo di Pilkada Sumenep 27 November 2024 mendatang.

Ketua DPD Partai NasDem Sumenep H. Hosni mengungkapkan, dalam waktu dekat rekomendasi untuk calon bupati dan wakil bupati Sumenep dari partainya juga akan jatuh ke petahana, yakni Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

“Ya rekomendasi memang belum dipegang, tapi sudah ada dan akan diserahkan di Sampang, bisa ditebak lah akan diberikan ke siapa,” kata Hosni, Jumat (13/8/2024).

Menurutnya, apa pun yang diamanahkan oleh DPP Partai NasDem, diyakini sudah melalui pertimbangan dan perhitungan yang matang, sehingga pihaknya di daerah akan tunduk dan patuh.

PPP sendiri tidak bisa memenuhi ambang minimal jumlah kursi untuk bisa mengusung kandidat di Pilkada Sumenep.

Dengan raihan hanya 6 kursi, otomatis tidak memenuhi minimal 20 persen dari total perolehan kursi, yaitu 10 dari 50 kursi di DPRD Sumenep.

Langkah NasDem yang merapat ke petahana terbilang sebuah kejutan. Sebab, isu calon tunggal pada Pilkada Sumenep 2024, sebelumnya dikritisi oleh Sekretaris DPD Partai Nasdem Sumenep A. Hosaini Adhim.

Baca Juga:  Demo Nasdem Menuai Sorotan, Ketua PWI Pamekasan: Ada Langkah yang Lebih Taktis!

“Optimistis bahwa dinamika politik itu masih ada. Hingga saat ini masih belum ada rekomendasi dari DPP untuk memberikan sikap politik untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep,” kata Hosaini pekan lalu, Rabu (7/8/2024).

Kala itu, DPD NasDem Sumenep belum menerima rekom dari DPP atas beberapa nama yang diusulkan, yaitu Kiai Unais Ali Hisyam, Kiai Ali Fikri Warits, Aziz Salim Syabibi, mantan Ketua DPD Partai NasDem Sumenep Moh Hosni, dan Suharinomo.

Jika berkaca pada nama-nama itu, sebelumnya DPD Partai NasDem Sumenep menginginkan adanya pertarungan politik. Artinya, isu aklamasi karena seluruh partai politik merapat ke petahana itu diupayakan tidak terjadi di Kota Keris.

“Nama itu yang kami bawa ke Nasdem Tower, sampai detik ini belum ada kabar, namun yang pasti waktu yang mepet ini, dalam waktu dekat, pasti rekom itu akan turun,” imbuhnya.

Baca Juga:  Syukri: Muscab PPP Jadi Ajang Penguatan Sejarah dan Ideologi Partai

Hosaini Adhim juga mengutarakan, bahwa untuk membangun koalisi, pihaknya mengaku sudah berkomunikasi intens dengan PPP, Partai Gerindra dan beberapa partai lain yang belum merapat ke petahana Achmad Fauzi Wongsojudo.

“Apabila, ketiga partai itu jika Nasdem dan Gerindra masuk menjadi satu, maka jelas, itu nanti tiga partai itu akan bertemu maka otomatis demokrasi di Sumenep itu masih ada,” paparnya.

Sebab pihaknya memang berharap, tidak terjadi bumbung kosong di Pilkada Sumenep ini, karena bagaimanapun arah demokratisasi harus kawal bersama-sama.

Menurutnya, bertarung di kontes politik, bukan persoalan menang atau kalah, tapi bagaimana demokratisasi di Sumenep berjalan dengan baik dan benar.

“Kalau NasDem sendiri, tidak menginginkan bumbung kosong seperti itu, semua insan Sumenep berakal sehat, tidak akan menerima Pilkda tanpa pemilihan,” pungkasnya.

Dalam perkembangannya, keinginan DPD NasDem Sumenep tidak berirama dengan keputusan DPP NasDem, yang melabuhkan rekom ke Achmad Fauzi Wongsojudo. Sebelumnya, Gerindra juga merekom Ketua DPC PDIP Sumenep itu.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *