Pedagang Pasar Kolpajung Keluhkan Biaya Parkir, Berharap Tidak Disamakan dengan Pengunjung

News117 views

KABAR MADURA | Pedagang Pasar Kolpajung mengeluhkan sistem pembayaran karcis parkir. Pasalnya setiap kali masuk pasar dikenai tarif parkir layaknya pengunjung pasar.

Salah seorang pedagang Pasar Kolpajung, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, pihaknya yang setiap hari keluar masuk pasar merasa keberatan apabila harus membayar parkir setiap hari, apalagi tarif parkir dinaikkan.

Menurutnya, harus ada kebijakan yang lebih meringankan  terkait penarikan parkir khusus pedagang. Sebab, pedagang pasar memiliki mobilitas tinggi untuk keluar masuk area pasar dari pada pengunjung.

Dia berharap, pemerintah daerah bisa meringankan beban pedagang dari berbagai macam penarikan retribusi. Sebab selama ini, pedagang tidak hanya berkewajiban membayar uang parkir. Namun, juga harus membayar retribusi lain, sementara penghasilan tidak menentu.

“Tidak harus digratiskan juga, tapi khusus pedagang setidaknya dikurangi (tarif parkir), atau ada sistem khusus. Parkir motor dua ribu, dikali 30 hari, jadi Rp60 ribu. Itu khusus parkir saja.  Beda lagi dengan retribusi pasarnya. Sedangkan pemasukan kami, tidak menentu setiap harinya,” ungkapnya, Minggu (25/8/2024).

JJS Kabar Madura

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Suhardjo mengutarakan, sejauh ini tidak ada pembahasan khusus mengenai kebijakan sistem pembayaran tarif parkir khusus pedagang pasar. Penarikan tarif parkir untuk pedagang itu berdasarkan aturan yang ada. Sehingga, tidak bisa serta merta merubahnya begitu saja.

Hardjo menyebut, pro-kontra tersebut merupakan suatu hal yang wajar terhadap suatu kebijakan pemerintah, terlebih kenaikan tarif parkir belum lama ini diberlakukan, yakni dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 untuk motor dan dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 untuk mobil. Pihaknya berharap pendapatan asli daerah (PAD) parkir bisa capai target tahun ini.

“Kalau mereka (pedagang) mau keluar pasar sementara dan akan balik lagi ke pasar, bisa bilang ke petugas. Nanti tidak akan ditatif lagi, cukup bayar yang di awal mereka datang saja,” jelasnya kepada Kabar Madura.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *