KABAR MADURA | Media Call Center (MCC) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan menggelar Workshop Tangkal Hoaks di ruang Wahana Bina Praja Setkab Pamekasan, Jumat (30/8/2024).
MCC PWI Pamekasan menghadirkan enam pemateri: Pj Bupati Pamekasan Masrukin, Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Iriawan diwakili Kasi Humas Sri Sugiarto, dan CEO CV. Jawara Internasional Djaya Marsuto Alfianto.
Pemateri lainnya ialah mantan Ketua Komisi Informasi Jawa Timur sekaligus Dosen Universitas Madura Imadoeddin, CEO PT Oil Erlindo Contraction HM Rudiyanto, dan Hasyim Asyari selaku Wakil Ketua Sementara DPRD Pamekasan.
Pada kesempatan tersebut, Masrukin mengungkapkan bahwa berita bohong atau hoaks paling masif terkait kebijakan pemerintah. Sehingga dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sementara, untuk menangkal hoaks cukup sulit, sebab penyebarannya sangat cepat melalui media sosial.
“Karena itu, salah satu cara untuk menangkal hoaks dengan mengendalikan jempol kita. Jangan mudah menyebarkan berita yang tidak perlu dan tidak jelas sumbernya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menjelaskan, pers berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Fungsi-fungsi ini mesti berjalan dengan baik. Sebab, hal itu sangat berpengaruh terhadap dinamika pembangunan di suatu daerah.
Menurut Anam, Pembangunan tersebut tidak bisa dilepaskan dari rintangan. Salah satunya adalah hoaks. Pers dituntut getol melawannya. Jika tidak, maka kemajuan suatu daerah jauh panggang dari api.
“Pers yang di dalamnya mencakup media cetak, media online, dan media elektronik hingga kini masih dipercaya sebagai sumber informasi yang nyaris steril dari hoaks. Undang-undang pers dan kode etik jurnalistik menjadi payungnya,” terangnya.
Sejauh ini, tambah Anam, hoaks kerap bersumber dari media sosial. Sumber tersebut diharapkan dapat mampet bila pers turut masuk di dalamnya.
“Artinya, produk jurnalistik di media massa juga disebarluaskan melalui saluran medsos. Dengan begitu, informasi di medsos juga mengandung unsur jurnalistik yang berpijak pada etik profesi jurnalis,” sambungnya.
Kendati begitu, perjuangan pers melawan hoaks dipastikan kurang maksimal tanpa keterlibatan banyak pihak. Stakeholders yang meliputi akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah, dan media massa merupakan elemen penting dalam penta helix, yang dituntut bersatu dalam melawan hoaks.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





