SKK Migas-KKKS Ajak Media Kolaborasi Jaga Energi Rendah Emisi

News157 views

KABAR MADURA | Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar Lokakarya Media Periode II tahun 2024 di Yogyakarta (5/9/2024).

Kegiatan lokakarya yang mengangkat tema Energi Transisi dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan itu, mengajak para pelaku media untuk terus berkolaborasi mendorong upaya  pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Chief Editor Mongabay Indonesia Sapariah Saturi hadir sebagai narasumber di lokakarya tersebut.

Kesempatan tersebut menghadirkan para pemimpin redaksi dari wilayah Jabanusa. Hadir pula Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan, VP Human Capital & Support Kangean Energy Indonesia Ltd, Iman Santoso, serta perwakilan perusahaan-perusahaan migas di wilayah Jabanusa

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Dananjoyo Suryodipuro mengatakan, produk industri migas adalah energi fosil penghasil karbon. Namun, pada saat yang sama, SKK Migas juga mengupayakan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Antara lain menjalankan usaha-usaha pada transisi energi menjadi energi rendah emisi, zero flaring, dan udara bersih. Tren transisi energi ini akan semakin dikejar di tahun-tahun mendatang.

“Energi yang rendah emisi juga menjadi tantangan tersendiri. Saat ini terjadi shifting penggunaan energi ke energi gas bumi,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi Dananjoyo Suryodipuro, (5/9/2024).

JJS Kabar Madura

Kata Hudi, SKK Migas bersama KKKS.juga mencanangkan narasi besar industri hulu migas 2025, yaitu menjadi partner strategis pemerintah sekaligus menjadi pilar swasembada energi atau ketahanan energi. Itulah mengapa rencana strategis Indonesian Oil Gas (IOG) 4.0 berisi target mencapai level produksi maksimal, mengoptimalkan efek berganda, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Penggunaan energi gas bumi juga didorong oleh rencana konversi penggunaan batubara dan minyak bumi, yang nilai dan volume impornya sangat besar dan tinggi emisinya. Penggunaan energi gas bumi jelas lebih bersih dan saat ini kita memiliki level produksi yang melimpah.

“Penggunaan energi gas juga mampu menggerakkan roda ekonomi dan industri domestik, serta selaras dengan target pemerintah berupa net zero emission,” imbuhnya. 

Untuk mitigasi iklim, SKK Migas dan KKKS juga banyak menanam pohon. Kata Hudi, dalam 3 tahun terakhir SKK Migas bersama KKKS sudah menanam 5,9 juta pohon untuk mengurangi emisi.

Sementara itu, Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Febrian Ihsan dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran media sangat penting sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. 

“Kami menaruh harapan besar agar media dapat memberitakan pemberitaan-pemberitaan yang berimbang,” kata Febri.

Sedangkan pada penyampaian materi lokakarya, Chief Editor Mongabay Sapariah Saturi mengatakan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam, sehingga dibutuhkan tatakelola yang baik dengan sistem pengelolaan yang kuat, agar kekayaan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya tanpa menyebabkan gangguan signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan, dan besar kebermanfaatannya untuk ketahanan energi serta ketahanan ekonomi baik negara maupun ekonomi masyarakat.

“Maka dari itu, peran media terkait isu lingkungan sangat penting. Jika tidak ikut menanam, paling tidak menulis tentang lingkungan yang sesuai. Apalagi lingkungan belum menjadi isu yang dominan, seksi atau menarik,” ujar Sapari.

Sementara itu, para pemimpin redaksi yang hadir dalam lokakarya media menyepakati peranan hulu migas begitu penting dalam menjaga ketahanan energi terutama di masa energi transisi ini.  Hal ini terlihat dari kuatnya komitmen hulu migas dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi secara masif, agresif dan efisien sehingga pasokan energi nasional dapat terjaga. (sub/waw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *