KABAR MADURA | Pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) di sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) tahun ini tidak ada. Padahal, kelengkapan sarpras tersebut sangat berpengaruh terhadap pemaksimalan pengelolaan sampah.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (Kasi Sarpras DLH) Pamekasan Moh. Sjafii mengatakan, tahun ini memang tidak ada pemenuhan sarpras di TPS, lantaran tidak ada anggarannya. Namun, tahun ini, pihaknya berhasil mengalokasikan rehabilitasi kamar mandi yang lengkap dengan pengadaan tandon air dan sumur bor di salah satu TPS.
“Tahun ini hanya ada rehabilitasi kamar mandi dan pengadaan tandon, serta pengeboran air di TPS Kolpajung. Alokasi anggarannya Rp50 juta. Kalau pengadaan sarpras persampahan lain untuk TPS tidak ada,” kata pria yang akrab disapa Mamad tersebut.
Dia mengaku, pihaknya akan memproyeksikan pengadaan sarpras khusus TPS itu tahun depan. Mengingat pemenuhan sarpras persampahan memang perlu ditingkatkan, seperti troli dan sarpras lainnya.
Secara umum, lanjut Mamad, pengadaan sarpras persampahan tahun ini terdapat dua kontainer sampah. Akan tetapi itu dikhususkan di tempat-tempat umum. Alokasi anggarannya senilai Rp110 juta.
Sementara pada 2023 lalu, pihaknya berhasil merealisasikan pengadaan truk arm roll satu unit, kontainer sampah dua unit, roda tiga, dan beberapa troli sampah. Menurutnya, pengadaan sarpras baru tidak bisa direalisasikan setiap tahun. Pasalnya bergantung pada anggaran yang tersedia.
“Kalau yang pengadaan dua troli tahun ini sudah terealisasi semua, bulan Agustus kemarin. Itu nanti diroling pemakaiannya, tidak hanya ditempatkan di satu titik saja,” tukasnya. (nur/zul)





