Sumenep Rawan Genangan Air, Desain Wilayah Jadi Perhatian

News83 views

KABAR MADURA | Kerapnya diterpa banjir, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Hanafi meminta desain pembangunan di Sumenep harus lebih diperhatikan.

Menurutnya, sejumlah wilayah genangan karena air laut naik ke permukaan, misalnya seperti di  Kecamatan Talango dan beberapa daerah lain di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.

“Makanya jangan sampai ada penebangan pohon secara liar, dan masifkan penanaman pohon, baik di pegunungan maupun di daerah pesisir yang rawan terjadi genangan,” kata dia.

Selain memaksimalkan penanaman pohon, desain pembangunan harus juga diperhatikan, sebab hal itu juga dinilai menjadi salah satu sebab terjadinya genangan.

“Misalnya irigasi juga harus diperhatikan,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto menyampaikan, program pembangunan irigasi selama ini sudah jalan, bukan hanya di area perkotaan, tetapi di sejumlah daerah di Sumenep ini.

“Program itu kami sediakan setiap tahun,” kata dia.

Dia menyebutkan, lebih dari 4.109,23 kilometer saluran irigasi baru telah dibangun, dan lebih dari 313,72 persen dari saluran irigasi yang ada telah diperbaiki serta dipelihara.

Untuk bangunan irigasi baru, pada 2021 tercatat panjang saluran irigasi yang dibangun mencapai 1.696,83 meter. Angka ini menurun menjadi 888 meter pada 2022, 531,40 meter pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 993 meter pada 2024, dengan adanya kegiatan normalisasi serta pembersihan rutin.

“Pembangunan irigasi ini menyentuh berbagai wilayah di Sumenep ini,” imbuhnya.

Kepala DLH Sumenep Arif Susanto menyampaikan memang untuk penanaman pohon memang sudah dilakukan, terutama di daerah pesisir.

“Ribuan pohon kami tanam, memang untuk kepentingan itu, agar tidak terjadi banjir salah satunya,” paparnya. (ara/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *