Diskan Pamekasan Janji Kaver 500 Nelayan Dapat Jaminan Asuransi

News215 views

KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan tahun ini berencana meningkatkan partisipasi nelayan untuk mengikuti program asuransi nelayan. Sebab hingga saat ini, jumlah nelayan yang mengikuti program tersebut hanya 555 orang secara mandiri.

Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata mengatakan, rencana peningkatan tersebut sebagai upaya pemerintah dalam mendorong para nelayan untuk ikut serta dalam asuransi keselamatan kerja di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Pamekasan. 

Menurutnya, untuk mendukung rencana tersebut, tahun ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 juta bagi 500 nelayan sebagai stimulan. Jumlah nelayan yang akan didaftarkan akan diambil dari anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB).

“Ada sekitar 100 KUB di Pamekasan yang terdata di Dinas Perikanan,” katanya, Kamis (13/5/2025).

Mengenai pembiayaan, pemerintah akan menanggung biaya asuransi bagi 500 nelayan tersebut selama enam bulan. Di mana, setiap bulan  pemerintah akan mengeluarkan anggaran Rp16 ribu per orang.

Baca Juga:  Jaga Keselamatan Pengunjung, Kapolsek Pademawu Turun Langsung ke Pantai Jumiang

Langkah ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran nelayan akan pentingnya perlindungan diri saat melaut. “Setelah enam bulan, tanggungan pembiayaan akan ditanggung secara mandiri oleh setiap nelayan,” ungkapnya.

Fata mengungkapkan, jumlah nelayan di Pamekasan sebanyak 10.512 orang, namun partisipasi nelayan dalam program asuransi nelayan ini masih rendah. 

Dengan adanya rencana peningkatan partisipasi ini, lanjut Fara, pemkab berharap nelayan semakin memahami manfaat jaminan asuransi nelayan dan secara bertahap lebih banyak yang bergabung dalam program perlindungan tersebut.

“Ketika rencana ini sukses, maka jumlahnya tinggal 9.457 nelayan yang belum terdaftar,” pungkasnya. 

Baca Juga:  6 Warga Pamekasan Jadi Korban Ledakan Petasan, Satu Alami Amputasi

Sementara itu, nelayan asal Branta Tinggi Pamekasan Mohammad Kusairi mengungkapkan, dirinya telah ikut asuransi BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri, biayanya Rp168 ribu per bulan. 

Keikutsertaannya itu bertujuan sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan saat melaut, sehingga ada yang akan membantu mengurangi pembiayaan dalam segala hal. “Yang membayar asuransi itu keluarga saya, biaya perbulan sekitar Rp168 ribu,” ungkapnya.

Selain dirinya, kata Kusairi, ada sebagian dari kelompoknya yang juga ikut asuransi hingga tiga orang, dan sebagian lainnya memilih tidak memiliki asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Seharusnya, lanjut Kusairi, program pemerintah tersebut dilakukan sejak dulu, sehingga banyak nelayan yang akan tercover tahun ini. “Saya berharap para nelayan bisa didorong dengan program yang mendukung, meskipun agak lambat,” tegasnya. (km62/din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *