KABAR MADURA | Komitmen dan konsistensi PT BPRS Bakti Artha Sejahtera (BAS) atau Bank Sampang dalam memberikan layanan perbankan berbasis syariah kembali berbuah manis dengan meraih penghargaan prestisius sebagai The Biggest Number of Customer Tabungan Ukhuwah.
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang BPR Syariah Award 2025 yang digelar bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi) pada Kamis, 8 Agustus 2025.
Penghargaan ini menandai posisi strategis Bank Sampang dalam ekosistem perbankan syariah tanah air, sekaligus menjadi tonggak penting dalam sejarah perjalanan lembaga keuangan milik daerah tersebut.
Sebagai institusi keuangan yang lahir dan berkembang dari daerah, pencapaian ini tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sampang, tetapi juga menjadi bukti bahwa bank daerah mampu bersaing dan bahkan unggul di level nasional.
Direktur Utama Bank Sampang Syaifullah Asyik menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penghargaan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi harmonis antara masyarakat sebagai nasabah, manajemen yang berkomitmen, serta pemerintah daerah yang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Bank Sampang.
“Kami sangat bersyukur, Bank Sampang kembali meraih penghargaan nasional. Ini merupakan cerminan dari antusiasme masyarakat Sampang yang luar biasa dalam membuka rekening dan menjadi nasabah yang loyal serta setia,” tuturnya.
Syaiful mengungkapkan, capaian ini tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan perbankan syariah.
Keberhasilan Bank Sampang menarik minat masyarakat untuk menabung melalui produk Tabungan Ukhuwah menunjukkan adanya perubahan paradigma keuangan masyarakat, dari yang semula didominasi oleh sistem konvensional, kini mulai bergeser ke sistem yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.
Lebih dari sekadar jumlah nasabah, keberhasilan Bank Sampang dinilai sebagai buah dari keseriusan manajemen dalam menciptakan budaya kerja yang bukan hanya profesional, tetapi juga spiritual. Lingkungan kerja yang dibangun dengan nilai-nilai keagamaan telah menciptakan harmonisasi antara pelayanan publik dan spiritualitas pegawai.
“Capaian ini merupakan buah dari konsistensi manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen langit yang dijalankan secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kerja,” terangnya.
Syaiful menjelaskan bahwa praktik-praktik spiritual, seperti salat fardu berjemaah tepat waktu, sedekah rutin, kajian kitab, kultum, hingga makan siang gratis bagi karyawan bukan hanya menjadi rutinitas, tetapi telah membentuk budaya kerja yang kuat dan berdampak langsung pada kualitas pelayanan serta loyalitas nasabah.
Meski telah meraih penghargaan, tantangan yang dihadapi Bank Sampang ke depan tetap besar. Syaiful menyadari bahwa era digital menuntut perbankan untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Karena itu, fokus Bank Sampang ke depan diarahkan pada peningkatan kualitas layanan, penguatan jaringan, dan percepatan digitalisasi.
Saat ini, Bank Sampang tengah membangun sistem digital yang bertujuan menghubungkan seluruh desa di Kabupaten Sampang dengan layanan keuangan yang inklusif dan terjangkau. Proyek ini dilaksanakan melalui sinergi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sampang.
“Tidak lupa kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada bupati dan wakil bupati atas dukungan dan bantuannya yang luar biasa. Karena tanpa dukungannya, Bank Sampang tidak akan mampu berkembang sejauh ini dan menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sampang yang kita cintai ini,” tutupnya. (sub/din)





