KABAR MADURA | Madura United meluruskan soal biaya Rp15 juta untuk pemain muda masuk Elite Pro Academy (EPA) 2025/2026, yang belakangan ramai diperbincangkan. Klub memastikan biaya itu wajar dan untuk fasilitas siswa, bukan keuntungan klub semata.
Komisaris PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ul Haq menegaskan, biaya Rp15 juta itu tidak masuk ke klub, melainkan akan dinikmati oleh pemain yang bersangkutan dalam bentuk berupa fasilitas hingga asuransi selama berada di Akademi Madura United.
“Itu tidak masuk ke klub. Semua biaya yang ada adalah untuk pelayanan terhadap siswa, termasuk kenyamanan selama mereka menjadi siswa kami di Madura United Football Academy selama mengikuti kompetisi EPA 2025/2026,” jelas Zia Ul Haq, Rabu (10/9/2025).
Menurutnya, hak dan kewajiban setiap siswa Akademi Madura United sudah terjamin. Misalnya, apabila siswa mengalami cedera, maka sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab klub.
Selain itu, Madura United juga menyediakan sekolah sepak bola yang akan dibimbing langsung oleh pelatih berwawasan luas tentang sepak bola.
“Jadi, siswa tidak hanya diasah kemampuannya bermain sepak bola saja, tetapi juga kemampuan berpikir dalam dunia sepak bola yang sangat luas,” imbuhnya.
Sejatinya, pembiayaan akademi itu bervariasi, mulai Rp10 juta untuk siswa lokal non mess, Rp15 juta untuk siswa lokal plus mess maupun non lokal non mess, hingga Rp20 juta untuk siswa non lokal dan mess.
Zia menambahkan, sudah ada lebih dari 20 siswa yang mendaftar dan orang tua mereka menyetujui persyaratan pembiayaan tersebut. Biaya itu dianggap wajar mengingat fasilitas yang diberikan selama siswa mengikuti akademi.
“Jika dibandingkan dengan akademi klub lain, biayanya jauh lebih murah. Selain itu, sistem ini sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.
Menurut Zia, Madura United ingin memastikan semua siswa mendapatkan pengalaman belajar sepak bola yang profesional, aman, dan terjangkau, tanpa memberatkan orang tua maupun siswa. (nur/zul)






