KABAR MADURA | Aliansi Masyarakat Sampang (AMS) melayangkan kritik tajam kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang Rudi Kurniawan. Pasalnya, pimpinan dewan itu mangkir dalam agenda pertemuan audiensi bersama masyarakat yang sebelumnya sudah dijadwalkan pada Selasa (17/9/2025).
Koordinator AMS Sinal menilai, ketidakhadiran ketua DPRD Sampang sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi rakyat. Menurutnya, seorang pimpinan dewan semestinya menjadi garda terdepan dalam membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.
“Langkah administrasi sudah kami lakukan. Surat sudah kami layangkan pada hari Jumat lalu dengan tujuan Ketua DPRD. Jadwal di surat sebenarnya hari Selasa kemarin, namun sekretariat DPRD meminta jadwal ulang audiensi pada hari ini, dan ternyata ketua DPRD mangkir,” jelasnya, Rabu (18/9/2025).
Sinal menyebut, audiensi itu sejatinya digelar untuk membahas persoalan pembangunan proyek jembatan di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, yang dinilai bermasalah.
“Persoalan jembatan ini merupakan masalah yang ditangani lintas sektor, yaitu ketua DPRD, Komisi III, dan Komisi IV. Tapi yang mau menemui kami hanya Komisi IV,” tegasnya.
Menurut Sinal, ada banyak indikasi pelanggaran terhadap pembangunan jembatan di Desa Daleman yang dapat merugikan masyarakat setempat maupun keuangan negara.
“Kedatangan kami bermaksud untuk mencegah praktik pelanggaran hukum terhadap pembangunan jembatan di Desa Daleman, karena masyarakat sangat bergantung pada akses jalan yang baru saja dibangun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengaku pihaknya baru mengetahui adanya audiensi dari AMS. Hal itu karena surat disposisi dari ketua DPRD belum ia terima.
“Kami baru tahu hari ini, karena belum ada disposisi dari pimpinan. Tetapi nanti kami coba sampaikan kepada pimpinan supaya diagendakan pada hari Jumat,” tukasnya. (yan/zul)





