Waspadai Diabetes Melitus, Ini Penjelasan Dokter RSUD SMart Pamekasan

Kesehatan30 views

KABAR MADURA | Penyakit diabetes melitus perlu diwaspadai karena bersifat kronis dan berkembang dalam jangka waktu lama. Kondisi ini kerap tidak disadari oleh penderitanya. Secara medis, diabetes merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, dr. Alfan Fathoni, menjelaskan bahwa seseorang terindikasi menderita diabetes apabila kadar gula darahnya lebih dari 200 mg/dL atau hasil pemeriksaan HbA1c menunjukkan angka di atas 6,5 persen.

“Diabetes tidak hanya disebabkan oleh kelebihan gula, tapi juga karena asupan karbohidrat yang berlebih. Makan terlalu larut dan langsung tidur juga dapat meningkatkan risiko diabetes,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Gejala awal yang umum dirasakan penderita diabetes antara lain tubuh terasa lemas, cepat lelah, gatal di area lipatan tubuh, sering buang air kecil, mudah haus, dan mudah lapar. Faktor penyebab diabetes juga beragam, mulai dari obesitas, kebiasaan merokok, hingga pola hidup tidak sehat.

Baca Juga:  Diet saat Puasa, Plt. Direktur RSUD Smart Pamekasan Ingatkan Kandungan Kalori saat Buka dan Sahur

dr. Toni menambahkan, diabetes melitus terbagi menjadi beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda. Diabetes tipe 1 umumnya terjadi sejak lahir akibat tubuh gagal memproduksi hormon insulin secara normal. Sedangkan diabetes tipe 2 lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga, merokok, atau konsumsi makanan tinggi karbohidrat.

“Diabetes tidak hanya disebabkan oleh kelebihan gula, tapi juga karena asupan karbohidrat yang berlebih. Makan terlalu larut dan langsung tidur juga dapat meningkatkan risiko diabetes,” tambahnya.

Selain dua tipe tersebut, lanjut dr. Toni, ada diabetes gestasional yang hanya dialami ibu hamil, serta diabetes tipe spesifik yang disebabkan faktor genetik atau penggunaan obat-obatan jangka panjang. Dia juga mengungkapkan mulai teridentifikasinya diabetes tipe 5, yang biasanya menyerang usia muda 20–30 tahun akibat asupan gizi buruk, meski secara fisik penderitanya tampak sehat.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Layanan RSUD Smart Pamekasan Dipastikan Tetap Buka 

Untuk penanganannya, pasien yang sudah mengalami komplikasi biasanya memerlukan suntikan insulin, sementara penderita yang baru terdiagnosis cukup diberikan obat minum. Dia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah terbaik untuk menghindari diabetes, salah satunya dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga.

“Kadar gula yang cukup dikonsumsi sehari-hari sekitar 20–25 gram, atau setara lima sendok makan per hari,” tutupnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *