KABAR MADURA | Wacana pembangunan jalan tol di Pulau Madura mendapat sorotan positif dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Harisandi Savari. Menurutnya, pembangunan tol bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga peluang besar untuk mengubah wajah pembangunan Madura agar lebih merata dan kompetitif.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, selama ini pembangunan di Jawa Timur masih terpusat di kawasan Surabaya–Gerbangkertosusila. Padahal, Madura memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal, salah satunya karena keterbatasan akses transportasi.
“Tol merupakan solusi yang membuka akses pasar baru bagi produk lokal Madura. Investor juga akan lebih tertarik karena infrastrukturnya siap. Selain itu, UMKM di sektor makanan, wisata, dan kerajinan akan tumbuh karena lalu lintas menjadi lebih ramai,” paparnya, Selasa (28/10/2025).
Dia menambahkan, keberadaan tol Madura akan mempercepat distribusi hasil pertanian, garam, dan perikanan. Selain itu, tol juga akan meningkatkan daya tarik investasi serta menggerakkan sektor UMKM, wisata, dan industri kreatif di Pulau Garam.
“Tol bisa mendorong percepatan pembangunan kawasan utara dan timur Madura seperti Pamekasan dan Sumenep. Distribusi logistik hasil pertanian, garam, dan perikanan akan jauh lebih cepat,” jelasnya.
Meski demikian, Haris menegaskan, pembangunan tol harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Dia mengingatkan agar proyek besar itu tidak hanya berpihak pada kepentingan investasi semata, tetapi juga mempertimbangkan kearifan lokal dan keberlanjutan.
“Jika tol dibangun dengan perencanaan matang dan berpihak pada rakyat, hasilnya bisa menjadi pintu kemajuan ekonomi besar bagi Madura. Tapi kalau hanya fokus pada investasi tanpa memperhatikan sosial-lingkungan, justru bisa menambah ketimpangan,” imbuhnya.
Haris juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan proyek. Dia berharap para pemangku kebijakan aktif melakukan dialog dengan masyarakat desa serta memastikan proses AMDAL dan tata ruang berjalan transparan.
“Harus dikomunikasikan dengan matang. Kunci keberhasilan ada pada keterlibatan masyarakat,” tambahnya.
Terkait pembahasan lintas pemerintah daerah, Harisandi mengaku sejauh ini belum ada koordinasi formal. Namun, dia optimistis para kepala daerah di empat kabupaten di Madura memiliki komitmen yang sama untuk memajukan wilayahnya.
“Saya yakin para kepala daerah punya niat yang sama demi pembangunan berkelanjutan di Madura. Tidak ada yang tidak mungkin jika semua bersatu,” pungkasnya. (rul/ong)





