Ribuan Warga Sampang Minta Kejelasan Jadwal Pilkades Serentak

Berita163 views

KABAR MADURA | Ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD setempat, Selasa (28/10/2025). Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang segera menganggarkan dan menetapkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 yang hingga kini belum memiliki kejelasan.

Koordinator aksi, Mausul, menyebutkan bahwa jumlah massa yang turun ke jalan mencapai sekitar empat hingga lima ribu orang. Mereka datang untuk menyuarakan kekecewaan terhadap kebijakan pemkab yang dinilai sewenang-wenang dan telah mengamputasi hak konstitusional masyarakat.

“Kami di sini menyampaikan aspirasi terkait anggaran dan pelaksanaan Pilkades tahun 2026, serta menuntut pengembalian hak BPD dan perangkat desa yang dipecat secara sepihak,” katanya.

Baca Juga:  Wisuda Al-Ahgaff Tarim, 14 Mahasiswa Madura Lulus: Hafal 30 Juz hingga Cum Laude

Hal senada disampaikan oleh koordinator aksi lainnya, Mahrus. Dia menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu jenuh dengan sikap pemkab yang hanya mementingkan kelompok tertentu. Sebab itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal persoalan itu hingga ke tahap pembahasan di DPRD.

“Kami sudah sepakat akan mengawal persoalan ini sampai ke pembahasan anggaran dan pelaksanaan pilkades dalam rapat paripurna nanti,” tegasnya.

Mahrus juga mengancam, jika DPRD dan Pemkab Sampang tidak segera menetapkan anggaran serta jadwal pelaksanaan pilkades tahun depan, maka aksi serupa akan kembali digelar dengan skala yang lebih besar.

Baca Juga:  Bank Sampang Raih Penghargaan Top BUMD Awards 2026 BPRS Bintang 5

“Kalau tidak dianggarkan dan dijadwalkan, kami pastikan akan ada gerakan massa tiga kali lipat dari jumlah saat ini,” ancamnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz, saat menemui massa aksi, menyampaikan apresiasi terhadap aksi masyarakat yang dinilainya sebagai bentuk perhatian terhadap jalannya pemerintahan daerah.

“Saya mohon maaf atas kesalahan Pemkab Sampang. Dengan kekuatan dan kemampuan yang saya miliki, disertai doa masyarakat, insya Allah masalah ini akan menemukan solusi,” tuturnya.

Aksi yang sempat memanas itu akhirnya berakhir damai setelah berkas tuntutan resmi ditandatangani oleh Wakil Bupati bersama jajaran DPRD Sampang. (yan/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *