KABAR MADURA | Program Studi Tadris Matematika UIN Madura kembali menggelar kegiatan akademik inspiratif bertajuk “Matematika Terintegrasi Agama dan Budaya”, Jumat (7/11/2025). Kuliah tamu ini menghadirkan dua narasumber dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Dr. Elly Susanti, M.Sc. dan Dr. Abdussyakir, M.Pd., yang dikenal aktif dalam pengembangan keilmuan matematika berbasis integrasi keislaman dan kearifan lokal.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Prodi Tadris Matematika serta para dosen pengampu mata kuliah seperti Aljabar, Pengantar Dasar dan Binaan (PDB), dan Matematika dalam Budaya Madura. Tujuannya adalah memperluas wawasan mahasiswa tentang bagaimana konsep-konsep matematika dapat dikaji dan dikembangkan dari perspektif agama dan budaya lokal, khususnya budaya Madura.
Dalam pemaparannya, Dr. Abdussyakir, M.Pd. menekankan pentingnya integrasi keilmuan antara matematika dan nilai-nilai Islam. Dia menuturkan bahwa mahasiswa tidak hanya perlu memahami konsep matematika secara logis dan numerik, tetapi juga mampu memaknainya sebagai sarana untuk mengenal kebesaran Allah SWT.
Sementara itu, Dr. Elly Susanti, M.Sc. membawakan materi menarik mengenai penerapan konsep aljabar dan geometri dalam kehidupan masyarakat Madura. Dia mencontohkan bagaimana tradisi dan kebudayaan lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran matematika yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Mahasiswa tampak antusias berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar penerapan integrasi keilmuan tersebut, baik dalam pembelajaran di sekolah maupun dalam penelitian.
Ketua Prodi Tadris Matematika UIN Madura Fitriyatul Qomariyah, M.Kom. dalam sambutannya menyampaikan, kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan prodi untuk mewujudkan profil lulusan yang unggul, integratif, serta berkarakter religius dan berbudaya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa Tadris Matematika UIN Madura semakin memahami bahwa ilmu matematika tidak berdiri sendiri, tetapi dapat berpadu harmonis dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal,” tutur Fitriyatul Qomariyah.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama narasumber dan seluruh peserta. Harapannya, kerja sama akademik antara UIN Madura dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan kolaboratif lainnya di masa mendatang. (nur/zul)





