KABAR MADURA | Penggunaan antibiotik yang efektif perlu diawali dengan pemahaman mengenai cara kerja dan sasaran obat tersebut. Pasalnya, ketepatan indikasi menjadi kunci agar terapi memberi hasil maksimal dan tidak menimbulkan masalah baru, seperti resistensi.
Dokter Spesialis Mikrobiologi RSUD Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan dr. Swiandini Kumala mengatakan, antibiotik merupakan zat yang berfungsi menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri.
“Jika melihat asal katanya, terdiri dari kata ‘anti’ yang berarti lawan dan ‘biotik’ yang berarti makhluk hidup,” jelasnya, Kamis (11/12/2025).
Swiandini menyebut, tidak semua penyakit bisa diobati dengan antibiotik. Dalam penggunaan antibiotik, infeksi yang menyerang dalam tubuh harus diketahui asal muasalnya, apakah disebabkan bakteri atau virus.
Apabila infeksi berasal dari virus, kata Swiandini, penggunaan antibiotik tidak tepat sasaran sebagai sarana penyembuhan. Namun, apabila infeksi berasal dari bakteri, penggunaan antibiotik cukup efektif. Kendati demikian, penggunaannya harus disesuaikan dengan resep dokter, baik dosis ataupun waktu pemakaian.
Dia menjelaskan, resistensi merupakan suatu kondisi dimana bakteri kebal terhadap antibiotik. Kondisi ini terjadi apabila penggunaan antibiotik tidak sesuai atau tidak tepat sasaran.
“Cara kerja antibiotik dan antivirus cukup beragam dengan target yang berbeda-beda. Apabila tidak tepat sasaran, bisa resistensi. Seperti, yang awalnya bakteri ini bisa mati dengan antibiotik A tapi menggunakan antibiotik B, bakteri ini justru malah tambah kebal ” tutupnya. (nur/zul)





