KABAR MADURA | Pelatih Persebaya Surabaya Uston Nawawi mengaku terkejut dengan strategi yang diterapkan Madura United saat berjumpa pada pekan ke-16 Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu malam (3/1/2026), berakhir dengan kemenangan tipis Persebaya 1-0.
Uston bersyukur timnya mampu membawa pulang tiga poin dari kandang Madura United. Menurutnya, hasil itu diraih berkat kerja keras seluruh elemen tim.
“Kita tahu Madura United bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Tapi berkat kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh staf, kita bisa meraih tiga poin hari ini,” ujar Uston.
Sejak awal, kata Uston, dirinya sudah memprediksi pertandingan akan berlangsung menarik karena tren performa kedua tim sama-sama positif. Selain itu, strategi Madura United di lapangan ternyata juga di luar dugaan.
“Madura menerapkan strategi defend and counter. Saya pikir Madura juga akan bermain terbuka,” ungkapnya.
Uston menilai pendekatan bertahan dan serangan balik yang diterapkan Laskar Sape Kerrab cukup berbahaya dan bisa menjadi ancaman serius bagi Bajul Ijo jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Untungnya kami tetap siap. Strategi itu sangat berbahaya, karena kalau kami melakukan sedikit kesalahan saja, akibatnya bisa fatal,” tambahnya.
Dalam pertandingan tersebut, gol kemenangan Persebaya baru tercipta pada babak kedua. Keunggulan tim tamu hadir setelah Madura United harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima salah satu pemainnya, Jorge Mendonca.
Situasi itu dimanfaatkan Persebaya untuk meningkatkan tekanan hingga akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui Bruno Moreira pada menit ke-73.
Pelatih Madura United Carlos Parreira menilai kartu merah yang diterima Mendonca sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Dia juga menyebut bahwa ada beberapa keputusan wasit yang dinilainya berdampak besar terhadap hasil akhir.
“Saya percaya kartu merah membuat pertandingan jadi semakin sulit. Saya tidak ingin terlalu jauh bicara soal wasit, tapi hari ini kartu merah dan beberapa keputusan wasit sangat mempengaruhi hasil pertandingan,” ungkapnya.
Hasil pertandingan ini membuat Persebaya merangsek ke papan atas klasemen sementara dengan 25 poin. Sementara Madura United tertahan di posisi 13 dengan raihan 17 poin. (nur/zul)






