KABAR MADURA | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura menunjukkan perannya sebagai ruang intelektual dan kaderisasi mahasiswa. Salah satunya melalui kegiatan kajian rutin bersifat kontekstual yang secara konsisten digelar untuk merespons isu-isu aktual di tengah masyarakat.
Kajian tersebut tidak hanya membahas teori keislaman dan keilmuan secara normatif, namun juga mengaitkannya dengan realitas sosial, politik, ekonomi, hingga problem kemasyarakatan yang terjadi, khususnya di Kabupaten Sumenep dan Madura secara umum.
Salah satu pengurus HMI UNIBA Madura, Bagas Noermahendra, menegaskan bahwa kajian kontekstual menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa agar tidak terjebak pada diskursus akademik yang kering dan terpisah dari realitas.
“HMI UNIBA Madura berupaya menghadirkan kajian yang relevan dengan kondisi hari ini. Mahasiswa harus mampu membaca situasi sosial, memahami problem umat, serta mengambil peran sebagai agen perubahan,” ujar Bagas Noermahendra.
Menurutnya, kajian rutin ini juga menjadi sarana pembentukan karakter kritis dan nalar analitis kader HMI, sekaligus memperkuat tradisi intelektual di lingkungan kampus UNIBA Madura.
“Kami ingin kader HMI tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga tajam dalam berpikir dan peka terhadap persoalan di sekitarnya,” tambahnya.
Bagas menambahkan, materi kajian disusun secara dinamis, mulai dari isu kebangsaan, demokrasi, pendidikan, ekonomi kerakyatan, hingga problem sosial yang berkembang di daerah. Diskusi dilakukan secara terbuka dan partisipatif agar mahasiswa terbiasa menyampaikan gagasan secara argumentatif.
“Ke depan, kami HMI UNIBA Madura berkomitmen untuk terus mengembangkan kajian-kajian kontekstual sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan moral mahasiswa dalam mengawal perubahan sosial di Sumenep ini,” pungkasnya. (ara/waw)






