KABAR MADURA | Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar bersubsidi mulai mengular di sejumlah SPBU di Pamekasan. Salah satunya terlihat di SPBU Pertamina 54.693.02 Jalan Trunojoyo, Kelurahan Laden, Kecamatan Pamekasan, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan roda empat hingga truk tampak memenuhi area SPBU. Bahkan, barisan kendaraan yang menunggu giliran mengisi bahan bakar itu meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan.
Warga asal Tlanakan, Ahmad Hasan, mengaku harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan solar bersubsidi. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir dirinya juga mulai kesulitan memperoleh solar karena stok yang kerap habis.
“Kebetulan saya nelayan juga, jadi butuh solar untuk BBM perahu. Kadang di pedagang stoknya habis. Beli di pom langsung, ngantrenya berjam-jam. Jadi memang mulai kesulitan juga,” jelasnya, Selasa (23/6/2026).
Hasan menilai ketersediaan solar yang stabil sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada bahan bakar tersebut. Sebab itu, dia berharap, pasokan solar di Pamekasan tetap aman dan tidak mengalami kelangkaan.
“Semoga stoknya tetap aman, tidak benar-benar terjadi kelangkaan. Jika itu terjadi, akan mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat luas,” terangnya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Pamekasan Bachtiar Effendi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi ketersediaan solar. Namun, berdasarkan data per 12 Juni 2026, stok jenis bahan bakar tertentu (JBT) solar tercatat mencapai 36.431 kiloliter (kl).
“Sampai saat ini belum ada info terkait dengan ketersediaan solar,” singkatnya. (nur/zul)





