Percasi Sampang Pertanyakan Dana Hibah KONI, Pembinaan Atlet Dinilai Mandek

Olahraga63 views

KABAR MADURA | Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sampang mempertanyakan realisasi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang yang dinilai tidak berdampak pada pembinaan atlet. Hingga kini, Percasi mengaku belum merasakan adanya program pembinaan yang konkret dari KONI, meski anggaran hibah telah dialokasikan setiap tahunnya.

Sekretaris Percasi Sampang H. Thoriqin menilai, minimnya pembinaan berdampak langsung terhadap perkembangan dan prestasi atlet catur di daerah. Padahal, pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi, baik di tingkat regional maupun provinsi.

JJS Kabar Madura

“Kami mempertanyakan dana hibah KONI itu direalisasikan untuk apa saja. Sampai sekarang, pembinaan atlet catur hampir tidak pernah kami rasakan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026). 

Menurutnya, selama ini pembinaan atlet justru lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh cabang olahraga. Mulai dari pelatihan rutin hingga keikutsertaan dalam turnamen, sebagian besar dibiayai dengan dana swadaya dan dukungan terbatas dari pihak lain.

Baca Juga:  Voli Pantai U-15 Sumenep Tembus Empat Besar Weekend Competition U-15 2026 di Sidoarjo

Kondisi tersebut dinilai ironis, mengingat KONI memiliki peran strategis sebagai induk organisasi olahraga daerah yang bertanggung jawab dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. Percasi berharap KONI Sampang lebih transparan dan terbuka dalam pengelolaan serta distribusi dana hibah kepada cabang olahraga.

“Sebelum kepengurusan yang sekarang masing-masing cabang olahraga mendapatkan anggaran pembinaan dari KONI, bahkan waktu covid 19 kemarin kita masih mendapatkan Rp15 juta setahun, tapi sejak 2021 sampai hari ini anggaran pembinaan tidak pernah kami terima lagi,” ungkapnya.

Selain mempertanyakan realisasi anggaran, Percasi juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengurus KONI Sampang. Evaluasi dinilai penting agar dana hibah yang bersumber dari APBD benar-benar tepat sasaran dan tidak hanya habis untuk kegiatan yang tidak jelas.

Baca Juga:  Kunker Kapolres Pamekasan Tekankan Transparansi Anggaran hingga Penguatan Kamtibmas

“Bahkan saat ini kita mengirim atlet catur lebih 60 dalam turnamen catur Bawang Mas kategori umum, pelajar SD/MI, SMP dan SMA tidak ada pembinaan sama sekali dari KONI,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Sampang Abdul Wasik mengatakan, pihaknya mengaku lebih memprioritaskan cabang olahraga (cabor) yang mengharumkan nama Sampang.

“Saya lebih senang cabor fokus  pada atlet prestasi yang mengharumkan nama Sampang dan mengangkat derajat atlet  itu sendiri titip salam aja,” timpalnya.

Lebih lanjut Abdul Wasik menyampaikan, KONI sudah membuktikan prestasi di peringkat 20 besar rangking 17 pada gelaran porprov dengan anggaran paling kecil dari 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

“Hasilnya banyak kuliah negeri tanpa tes, ada yang jadi polisi, tentara, dan satpam lewat jalur prestasi,” pungkasnya. (yan/waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *