KABAR MADURA | Program penjaringan atlet usia 15–18 tahun yang digagas Pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumenep mulai berjalan. Namun, dari total 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, kegiatan tersebut baru menyentuh tiga paguyuban. Kondisi ini memunculkan pertanyaan soal pemerataan dan keseriusan pembinaan.
Tiga kecamatan yang telah didatangi yakni Kalianget, Batuputih, dan Kota Sumenep. Dari hasil pendataan, di Kalianget tercatat 11 atlet putra dan 12 putri. Di Batuputih terdapat 23 atlet putra. Sementara di wilayah Kota terdata 53 atlet putra dan 25 putri.
Koordinator Bidang Pembinaan dan Prestasi PBVSI Sumenep, Taufik Rahman, mengakui penjaringan memang baru dilakukan di tiga titik tersebut.
“Kami baru mendatangi paguyuban bola voli di Kecamatan Kalianget, Batuputih dan Kota,” ujarnya.
Menurutnya, program ini akan dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh kecamatan, termasuk wilayah kepulauan. PBVSI berdalih penyesuaian situasi dan kondisi menjadi alasan belum meratanya kegiatan tersebut.
“Kami sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Semuanya pasti akan kami datangi dan bina,” ucapnya.
Namun, lambatnya pemerataan penjaringan ini menjadi sorotan. Mengingat potensi atlet voli Sumenep tidak hanya terpusat di wilayah kota atau daratan. Jika pembinaan hanya bergerak terbatas, dikhawatirkan banyak talenta muda di kecamatan lain yang terabaikan.
Taufik menegaskan pihaknya sengaja turun langsung ke paguyuban agar proses pemetaan potensi lebih efektif. Ia menyebut pendekatan ini penting agar pembinaan tidak elitis dan benar-benar menyentuh akar rumput.
“Kami ingin pembinaan tidak hanya terpusat, tetapi menyentuh langsung paguyuban-paguyuban di seluruh Sumenep,” imbuhnya. (ara/waw)





