Krisis Energi Bakal Membuat Madura Gelap Gulita, Lakukan 6 Langkah Ini!

Berita, Headline130 views

KABAR MADURA | Berdasarkan data PLN UID Jatim yang diterima wartawan Kabar Madura Kamis pagi (11/6/2026), krisis energi sedang membayangi wilayah Jawa Timur. Sejak 8 Juni lalu, sistem kelistrikan Jawa, Bali, dan Madura dilaporkan mengalami defisit pasokan energi yang cukup signifikan.

Dampaknya sudah mulai dirasakan nyata oleh warga Surabaya dan sekitarnya melalui kebijakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi berturut-turut sejak awal pekan ini.

Kini, krisis serupa diprediksi akan segera meluas ke Pulau Madura. Dengan kondisi defisit yang belum teratasi, pemadaman total atau bergilir dalam durasi panjang di Madura tampaknya tinggal menunggu waktu.

Apa yang Harus Dilakukan Warga Madura?

Jika pemadaman bergilir dalam waktu lama akhirnya melanda Madura hingga membuat wilayah ini gelap gulita, masyarakat Madura diimbau untuk tidak panik dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi berikut:

Baca Juga:  Polres Pamekasan Masih Tangani Tambang Ilegal, Warga Keluhkan Kerusakan Jalan dan Lingkungan

Pertama, pencahayaan alternatif yang aman. Siapkan lampu darurat (emergency lamp) yang sudah diisi daya penuh, senter, atau lilin. Jika terpaksa menggunakan lilin, pastikan diletakkan di atas wadah yang aman dan jauh dari benda mudah terbakar untuk menghindari risiko kebakaran.

Kedua, amankan pasokan air bersih. Bagi warga yang mengandalkan pompa air listrik (Sanyo/dap), segera penuhi bak mandi, tandon, atau ember penampungan selagi listrik masih menyala. Air adalah kebutuhan paling krusial saat pemadaman durasi panjang.

Ketiga, kelola daya gadget dan komunikasi. Gunakan perangkat elektronik secara bijak. Selalu jaga agar powerbank dalam kondisi penuh. Saat pemadaman terjadi, ubah mode ponsel ke power saving mode (hemat daya) dan batasi penggunaan internet agar baterai bertahan lebih lama untuk keperluan darurat.

Baca Juga:  Barokah, Disiplin Batin, dan Jejak Kebiasaan: Membaca Etika Pesantren Madura

Keempat, menjaga ketahanan bahan makanan. Jangan terlalu sering membuka dan menutup pintu kulkas saat listrik padam. Kulkas yang tertutup rapat mampu menjaga suhu dingin di dalamnya hingga 4–6 jam, sehingga makanan tidak cepat membusuk.

Kelima, cabut colokan elektronik. Ketika pemadaman terjadi, segera cabut saklar barang-barang elektronik sensitif seperti TV, komputer, dan kulkas. Hal ini penting untuk menghindari kerusakan akibat lonjakan arus listrik (voltage spike) saat listrik tiba-tiba menyala kembali.

Keenam, jaga keamanan lingkungan. Kondisi gelap gulita rawan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Koordinasikan dengan perangkat desa atau RT/RW setempat untuk meningkatkan ronda malam atau siskamling demi keamanan bersama.

Masyarakat Madura diharapkan mulai bersiap dan saling bergotong-royong menghadapi potensi pemadaman ini hingga pasokan energi di sistem Jawa-Bali kembali stabil. (rul/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *