KABAR MADURA | Sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan berwawasan global, IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning sukses menyelenggarakan Kegiatan Pengabdian Kolaborasi Internasional bersama Program Studi Bahasa Inggris UIN Madura dan University of Mindanau Digos Campus, Filipina.
Acara tersebut menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu menjadi garda depan dalam membangun jejaring pendidikan lintas negara.
Kegiatan yang mengusung tema “Stories Across Borders: A Digital Storytelling Project Among Indonesian and Philippine Students” ini mempertemukan santri IBS dan siswa MAN 2 Pamekasan dengan pelajar Filipina dalam sebuah kolaborasi unik yang menggabungkan pertukaran budaya, literasi digital, dan semangat kemanusiaan.
Direktur IBS Padepokan Kyai Mudrikah Dr. KH. Achmad Muhlis menekankan, kegiatan ini merupakan terobosan penting bagi santri untuk melihat dunia lebih luas.
“Kami ingin membuktikan bahwa santri bukan hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi duta budaya, jembatan perdamaian, dan inovator global melalui teknologi dan kreativitas,” ujarnya.
Salah satu pencapaian gemilang dari program ini adalah lahirnya delapan buku digital storytelling yang akan segera diterbitkan dengan ISBN dan perlindungan HKI. Buku-buku tersebut menyajikan cerita-cerita inspiratif tentang persahabatan, budaya, dan nilai-nilai lokal dari Indonesia dan Filipina.
Judul-judul tersebut meliputi:
• Threads of Unity: A Story of Cross Cultural Friendship
• Whisper of the Mangrove
• Indonesia & Philippines Culinary Adventures: Sakera, Juan Tamad, and Friends
• Two Cultures Countless Wonders
• One Sea Two Cultures: Rokat Tasek & Pista Ng Dagat
• Manopo & Sungkem: A Cultural Embrace
• Across the Screen: When Congklak Meets Siap
• Karma: What Goes Around Comes Around
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa waktu ini juga menyuguhkan pertunjukan budaya, eksplorasi makanan tradisional, permainan rakyat, hingga diskusi tentang kearifan lokal dan konservasi alam.
Rektor UIN Madura Prof. Saiful Hadi menyampaikan bahwa IBS Padepokan Kyai Mudrikah berhasil menunjukkan model pengabdian internasional yang ideal, yang bisa dijadikan contoh oleh lembaga pendidikan lainnya. “Ini bukan hanya kerja sama, tapi sebuah gerakan pendidikan lintas negara yang penuh makna.”
Direktur University of Mindanau pun menyatakan apresiasinya atas sambutan hangat dan dedikasi tinggi dari pihak IBS serta seluruh peserta Indonesia.
“Kami sangat menghargai semangat dan keterbukaan dari para santri. Ini adalah pengalaman yang menginspirasi bagi kami,” ujarnya.
Dengan kegiatan yang hangat dan penuh semangat, IBS Padepokan Kyai Mudrikah kembali menegaskan peran strategisnya dalam membentuk generasi santri global yang berkarakter, kreatif, dan berdaya saing internasional. (rul/zul)






