KABAR MADURA | Pelatih Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sampang mengeluhkan minimnya perhatian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang terhadap atlet cabang olahraga (Cabor) Anggar.
Salah satu pelatih atlet cabor Anggar Arini Mazidah Choiriyah mengatakan, perjuangan anak didiknya untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) tahun ini sangat memilukan.
“Untuk peralatan olahraga, baik pedang maupun baju Anggar, kita beli sendiri. Kurang lebih habis Rp15 juta, ya, karena tidak ada fasilitas dari KONI. Terpaksa kita sumbangan menggunakan dana pribadi,” katanya, Rabu (16/7/2025).
Arini menceritakan, persiapan anak didiknya terbilang sangat singkat, karena untuk mendapatkan persetujuan dari KONI Sampang, prosesnya sangat rumit.
“Bayangkan saja, setiap atlet pasti mempunyai tujuan untuk mendapatkan medali. Tetapi, karena untuk mendapat ruang persetujuan dari KONI sangat sulit sekali. Kami melakukan latihan untuk persiapan porprov hanya satu bulan,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak menampik bahwa ada pembinaan berupa uang transportasi dan uang makan dari KONI Sampang untuk atlet selama latihan persiapan.
“Kalau selama persiapan, ada uang transport dan uang makan. Tapi kalau untuk pelatih, tidak ada. Bisa dikatakan saya ini pelatih ikhlas dan tabah,” ujarnya.
Arini berharap ada perhatian yang sama dari KONI Sampang, baik terhadap atlet Anggar maupun atlet cabor yang lain.
“Saya berharap tidak ada tebang pilih. Ibaratnya kita ini mau babat alam dengan melatih putra asli Sampang dan melatih regenerasi selanjutnya,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris KONI Sampang Yusuf mengatakan, tidak semua olahraga menjadi prioritas. Hal itu sesuai dengan AD/ART KONI.
“Kami tidak mencari atlet, tetapi kami melakukan pembinaan kepada atlet yang mempunyai potensi. Di samping itu, karena faktor anggaran yang tidak mumpuni. Sehingga, persiapannya tidak maksimal,” ujarnya. (yan/din)





