KABAR MADURA | Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman dan Sukriyanto (KHARISMA), menaruh perhatian khusus terhadap kelompok pengabdi sosial. Bahkan, paslon nomor urut 2 itu, menyiapkan insentif khusus penunjang kesejahteraan 10 kelompok pengabdi sosial di Bumi Pamelingan.
Juru Bicara Paslon KHARISMA, Ismail mengungkapkan, gagasan untuk memberikan insentif sebagai penunjang kesejahteraan kelompok pengabdi sosial masuk dalam program kerja KHARISMA.
Dijabarkan Ismail, dalam program kerja sebagai realisasi misi paslon KHARISMA, pihaknya sudah membagi program khusus pemberian insentif kepada tenaga kesehatan dan pendidikan.
Kemudian, insentif kepada guru ngaji, guru madrasah diniyah (madin), guru taman pendidikan al-Qur’an (TPQ), serta kelompok pengabdi sosial lainnya.
“Ada 10 kelompok pengabdi sosial yang sudah kami canangkan untuk memperoleh insetif sebagai penunjang kesejahteraan,” ungkapnya, Senin (14/10/2024)
Dijelaskan Ketua DPC Partai Demokrat Pamekasan itu, 10 kelompok pengabdi sosial itu, masing-masing dikategorikan pada bidang keagamaan, meliputi takmir dan marbot masjid, guru ngaji, serta guru madin dan TPQ.
Kemudian, pengabdi sosial bidang kesehatan, meliputi kader posyandu ibu hamil dan anak, kader posyandu lansia, penggerak Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Selanjutnya di bidang lingkungan, meliputi taruna siaga bencana, relawan lingkungan hidup dan petugas damkar. Serta, pengabdi sosial bidang ekonomi, yakni petugas insiminator hewan rumaninsia (sapi/kambing).
“Insentif ini kami canangkan karena para kelompok pengabdi sosial itu selama ini tidak digaji secara langsung oleh negara, sehingga butuh perhatian khusus agar kesejahteraan mereka juga terjamin,” tutupnya. (Nur/Pin)





