KABAR MADURA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pamekasan belum menentukan target perolehan pada Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur Timur IX 2025. Hal itu diungkapkan Ketua KONI Pamekasan Djohan Susanto.
Djohan menyebutkan, penentuan target juara di Porprov Jatim IX itu masih dalam tahap pembahasan, lantaran pihaknya masih fokus pada pelaksanaan puslatkab.
Menurutnya, puslatkab sendiri dikategorikan menjadi dua tahap. Tahap pertama sudah berjalan sejak 1 Februari lalu, sementara tahap kedua akan dilaksanakan setelah bulan Ramadan.
“Tahap pertama ada 39 atlet dari 15 cabang olahraga (cabor) dan 17 pelatih, ” katanya, Minggu (9/5/2025).
Djohan mengatakan, dari hasil seleksi peserta puslatkab tahap pertama, minimalnya KONI Pamekasan akan meraih 41 medali di tahun ini, seperti pada 2023 lalu.
Apalagi, kata Djohan, tahun ini didukung dengan adanya beberapa program, seperti puslatkab bagi atlet di setiap cabor. “Minimalnya sama dengan tahun 2023, meraih 13 emas, 11 perak, dan 17 perunggu,” imbuhnya.
Djohan mengakui, jika KONI Pamekasan mendapatkan anggaran Rp2 miliar untuk pembinaan olahraga di Bumi Ratu Pamelingan. Di mana, Rp1 miliar fokus biaya puslatkab, selebihnya untuk pelaksanaan Porprov Jatim di Malang Raya. “Semua cabor rata-rata akan mendapatkan anggaran yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan penyelenggara (BP) pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) Arif Rahman mengungkapkan, pada ajang Porprov Jatim XI, pihaknya akan memberangkatkan maksimal 167 orang terdiri dari atlet dan pelatih dari 25 cabor.
Dia meyakini, dari atlet yang akan diberangkatkan ke Porprov Jatim XI ini akan meraih medali sebagaimana yang didapatkan pada Porprov Jatim 2023. Syukur-syukur bisa lebih banyak.
“Tahap pertama ada 15 cabor. Di tahap dua ini, ada tambahan 10 cabor dengan target peserta maksimal 70 orang dan 30 pelatih,” ungkapnya.
Selain fokus pada puslatkab, Arif menyebut akan memberikan ruang bagi setiap cabor untuk berlatih, seperti mengikuti event kejuaraan, sparing dan beberapa kegiatan lain yang mendukung keberhasilan atlet.
“Selama kegiatan itu mendukung kemampuan atlet, kami akan memberikan keleluasaan untuk mengikuti latihan tambahan,” pungkasnya. (KM62/din)





