KABAR MADURA | Meski indeks desa membangun (IDM) di Sumenep mengalami peningkatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep akui masih jauh dari yang ditargetkan.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Suroyo mengatakan, bahwa memang perhatian terhadap peningkatan kualitas desa di kabupaten paling timur Pulau Madura ini harus terus ditingkatkan.
“Minimal separuh desa tahun ini sudah mencapai target, sehingga IDM terus meningkat,” kata dia.
Dia melanjutkan, sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) harus dimaksimalkan. Jika dana daerah tidak mencukupi, maka bangun jaringan sehingga mendapatkan program dari pemerintah pusat.
“Aksesnya harus luas, cari program dan kerja sama dengan semua elemen yang mempunyai komitmen memajukan desa,” imbuhnya.
Kepala DPMD Sumenep Anwar Syahroni Yusuf mengatakan, memang dari tahun ke tahun ada peningkatan, tetapi memang masih jauh dari harapan.
“Harapannya, tahun ini separuh desa berstatus mandiri, sehingga itu bisa meningkatkan IDM,” imbuhnya.
Dia menyebutkan, sejak 2021 hingga 2023 ini, status IDM desa di Sumenep berubah status sebagai Desa Mandiri, Maju dan Berkembang, bahkan tidak ada desa tertinggal maupun desa sangat tertinggal.
“Status desa berdasarkan IDM dari tahun ke tahun ada peningkatan, mulai desa berkembang menjadi desa maju dan desa mandiri,” paparnya.
Anwar Syahroni memang mengaku, kepala desa beserta jajarannya hendaknya meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen, guna meningkatkan status desa sebagai wujud keberhasilan membangun desa, untuk mendukung visi misi pemerintah daerah, yakni unggul, mandiri, dan sejahtera.
Disebutkan, tahun 2023 hasil pengukuran IDM, yakni desa mandiri 39 desa, desa maju 147 desa, desa berkembang 144 desa, desa tertinggal dan sangat tertinggal 0 desa. Sementara 2022 desa mandiri 7 desa, desa maju 53 desa, desa berkembang 230 desa, desa tertinggal dan sangat tertinggal 0 desa. Sementara IDM tahun 2021, yaitu desa mandiri 1 desa, desa maju 53 desa, desa berkembang 276 desa, desa tertinggal dan sangat tertinggal 0 desa.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





