KABARMADURA.ID | SUMENEP-Terus naiknya jumlah penderita HIV di Sumenep, menurut anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samioddin, pemerintah daerah harus aktif berkoordinasi dengan tokoh masyarakat.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep itu, butuh pendekatan secara rohani sebagai langkah pencegahan.
“Harus dikoordinasikan dan melibatkan semua pihak, jika itu terus mengalami peningkatan kan berbahaya,” kata dia.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengakui bahwa ada kenaikan di 2023 dibandingkan tahun 2022, namun tidak signifikan.
Berdasarkan data dari Dinkes P2KB Sumenep, pada 2022, jumlah penderita HIV sebanyak 59 orang, dengan kasus meninggal dunia sebanyak 8 orang. Kemudian di tahun 2023, jumlah penderita menjadi 68 orang, dengan kasus kematian 14 orang.
Memang jumlah tersebut tidak sebanyak di tahun 2019 lalu yang mencapai 106 penderita, dengan kasus kematian 16 orang. Lalu turun di tahun 2020 menjadi 51 penderita, dengan jumlah kematian 6 orang. Lalu kembali turun di tahun 2021 dengan 45 penderita, sedangkan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang.
“Hingga saat ini masih belum ditemukan obat yang menjamin sembuh secara total dari virus yang menyerang kekebalan imun ini, namun dengan rutin berobat yang diberikan secara gratis oleh pemerintah, maka kesehatan penderita bisa terjaga,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





