KABAR MADURA | Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Sumenep dengan penuh dedikasi menyusun soal untuk ajang Smart Student Contest (SSC) 2026.
Beberapa pekan terakhir, para guru duduk bersama untuk merumuskan soal ujian. Setiap soal tidak hanya diuji dari sisi materi, tetapi juga dari aspek kejelasan, relevansi, hingga potensi dalam menggali nalar kritis peserta. Tujuannya agar menghadirkan instrumen penilaian yang adil, objektif, dan mampu mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Sumenep, Amilia Rahma Sania, menjelaskan bahwa total 100 butir soal disusun dengan komposisi yang matang dan terukur. Setengah dari soal berbasis literasi, sementara sisanya berbasis numerasi.
“Tidak hanya itu, tingkat kesulitan juga kami atur secara proporsional, mulai dari level dasar hingga tingkat tinggi, agar mampu menjangkau seluruh spektrum kemampuan siswa,” tuturnya.
Kegiatan ini dilakukan secara intensif, mengingat batas waktu pengumpulan soal kepada tim verifikator Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep semakin dekat. Meski diburu waktu, para guru tetap mengedepankan ketelitian dan integritas dalam setiap tahap penyusunan.
Smart Student Contest sendiri merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat.
Untuk menjaga standar tersebut, proses kurasi melibatkan tim khusus yang terdiri dari anggota MGMP dan pengawas bina. Mereka menelaah setiap soal secara cermat, memastikan tidak ada celah yang dapat mengurangi kualitas maupun keadilan dalam penilaian.
“Seluruh proses ini kami lakukan dengan menjunjung tinggi nilai keadilan, objektivitas, kejujuran, dan sportivitas,” tegas Amilia.
“Dengan persiapan yang matang dan kerja kolektif yang solid, MGMP Bahasa Indonesia Sumenep tidak hanya menyusun soal, kami juga sedang merancang masa depan generasi muda yang lebih cerdas, kritis, dan siap bersaing,” pungkasnya. (ara/waw)





