KABAR MADURA | Tidak semua perjalanan menuju puncak dimulai dari mimpi masa kecil. Bagi Krisna Guntur Saputra, perjalanannya di dunia basket justru dimulai secara tak terduga, yakni saat duduk di bangku kelas 2 SMA.
Waktu itu, pelatih Basket UNIBA Madura itu sama sekali tak punya keterampilan maupun dasar bermain basket.
“Saya diajak karena badan saya tinggi waktu itu. Padahal sebelumnya saya belajar karate,” kenang Krisna sambil tersenyum. Ajakan teman itulah yang menjadi titik awal kisah panjangnya di dunia bola basket.
Dari pemula tanpa pengalaman, Krisna berkembang pesat. Tahun 2004, dirinya masuk ke Tim Nasional (Timnas) Basket sebagai bagian dari Rookie Indonesia angkatan pertama. Setahun kemudian, ia bergabung dengan Citra Satria, sebelum pindah ke Garuda Bandung pada 2005.
Tak hanya itu, Krisna juga mencatat prestasi di Liga Mahasiswa, dengan menjuarai Koba Tama bersama tim Sahabat Semarang. Rentang 2006 hingga 2009, ia memperkuat Pelita Jaya, dan di tahun 2009 tampil di Turnamen Pelita Jaya NBL bersama Bima Sakti Malang.
Karirnya di Timnas pun gemilang. Dari 2009 hingga 2016, ia menjadi andalan di berbagai ajang, termasuk SEA Games Penang, Malaysia.
Meski gemilang di lapangan, Krisna tak melupakan pengabdian untuk dunia pendidikan. Tahun 2022, perkenalannya dengan Rektor UNIBA Madura membuka babak baru dalam hidupnya.
Setahun kemudian, pada 2023, ia resmi bergabung dengan UNIBA Madura dan menandatangani kontrak bersama Prof. Achsanul Qosasi sebagai pelatih basket UNIBA Madura.
Pria kelahiran Solo, 4 Mei 1985 ini membuktikan bahwa kesempatan bisa datang kapan saja, bahkan dari hal yang tidak direncanakan. Dari ajakan bermain basket tanpa bekal kemampuan, Krisna berhasil menembus tim nasional, berkeliling Indonesia, hingga kini menjadi bagian dari dunia akademik.
“Kesempatan itu datang untuk mereka yang mau mencoba. Jangan takut memulai, meski dari nol,” ujarnya memberi pesan. (ara/nam)






