KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menunggu audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sebelum mengoperasikan Pelabuhan wisata Kalianget-Talango. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) Sumenep Yayak Nurwahyudi melalui Kabid Prasarana dan Keselamatan Transportasi Imam Afif Rusidy.
“Pembangunan itu baru saja diperiksa oleh BPK, sehingga pengoperasian pelabuhan wisata Kalianget-Talango belum bisa dilaksanakan,” katanya, Minggu (16/2/2025).
Imam mengatakan, pelabuhan itu diproyeksikan akan beroperasi setidaknya akhir Februari atau awal Maret. Karenanya, masyarakat Sumenep yang hendak kunjungan ke Asta Sayyid Yusuf dapat lewat di sana untuk bersiap-siap.
“Pembangunan sudah selesai, tinggal nunggu hasil dari pemeriksaan dari BPK,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, pelabuhan wisata Kalianget-Talango sudah menelan anggaran miliaran rupiah. Pelabuhan itu, pertama kali dimulai pada 2021 dengan anggaran Rp1,5 miliar. Setelah itu, kembali dilakukan pembangunan atau perpanjangan dermaga, pada 2022 dengan pagu anggaran Rp1,3 miliar.
Pada 2023 mandek karena tidak ada anggaran. Baru di 2024 dianggarkan Rp1,2 miliar dan pembangunannya saat ini sudah selesai.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep M.Muhri menegaskan bahwa berencana akan melakukan sidak pada pelabuhan itu. Kualitas pembangunan perlu diperhatikan, jika tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, nantinya akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak terkait.
“Tetapi yang terpenting, bahwa pelabuhan itu segera dioperasikan,” ucap politisi PKB ini.
Dia menambahkan, masyarakat memang menunggu pekerjaan itu agar segera beroperasi. Banyak laporan masyarakat, yang hendak ke Asta Sayyid Yusuf masih harus antrian panjang dan lebih jauh. “Jika beroperasi, maka lebih cepat dan diyakini mengurai antrian,” tegas dia. (imd/din)





